RADARCIREBON.TV – Saudi Pro League kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul drama besar yang melibatkan Cristiano Ronaldo. Bintang Al Nassr asal Portugal itu secara mengejutkan tidak tampil saat timnya menang 1-0 atas Al Riyadh, meski kondisi fisiknya dilaporkan prima dan tidak mengalami cedera. Absennya Ronaldo memicu spekulasi luas dan belakangan disebut bukan semata keputusan teknis.
Sejumlah laporan menyebut Cristiano Ronaldo sengaja menepi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan internal liga. Titik puncak kekecewaannya diyakini berkaitan dengan transfer Karim Benzema yang meninggalkan Al Ittihad dan bergabung dengan Al Hilal. Kepindahan tersebut dinilai sarat kepentingan kekuatan finansial dan politik, sehingga memunculkan ketimpangan kompetisi yang semakin nyata.
Isu ini kembali membuka perdebatan lama tentang keseimbangan kekuatan di Saudi Pro League. Sejak dana Public Investment Fund (PIF) mengendalikan empat klub besar Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli distribusi pemain bintang kerap dianggap tidak merata. Ronaldo disebut kecewa karena Al Hilal, yang sudah bertabur pemain kelas dunia, kembali mendapat suntikan kekuatan besar.
Baca Juga:Bruno Fernandes Tampil Ganas, Penguasa Assist Liga Premier yang Terus Membayangi Rekor BeckhamKarim Benzema Luruskan Isu Hubungan dengan Cristiano Ronaldo: Tak Sesuai yang Tampak di Lapangan
Kedatangan Benzema ke Al Hilal secara gratis memperkuat anggapan tersebut. Klub pemuncak klasemen itu kini memiliki skuad mewah dengan nama-nama ternama seperti Darwin Nunez dan Theo Hernandez. Sebaliknya, Al Nassr justru melewati bursa transfer musim dingin dengan aktivitas minimal. Satu-satunya pemain baru yang direkrut hanyalah gelandang muda Irak berusia 21 tahun, Hayder Abdulkareem.
Situasi kontras inilah yang memicu kemarahan Ronaldo. Ia menilai liga tidak akan berkembang menjadi kompetisi elite dunia jika prinsip keadilan dan persaingan sehat tidak dijaga. Ketidakpuasan tersebut akhirnya diwujudkan dalam bentuk protes diam-diam dengan tidak masuk daftar pemain pada laga kontra Al Riyadh.
Dampaknya terasa hingga ke internal klub. Beberapa sumber menyebutkan direktur olahraga Al Nassr, Simao Coutinho, serta CEO Jose Semedo kehilangan sebagian kewenangannya setelah keputusan diambil dewan klub. Keduanya dikenal memiliki hubungan dekat dengan Ronaldo, sehingga dinamika internal Al Nassr ikut memanas.
Meski tanpa sang megabintang, Al Nassr tetap mengamankan tiga poin berkat gol tunggal Sadio Mane. Namun perhatian publik kini tertuju pada laga besar melawan Al Ittihad. Banyak pihak menanti apakah Ronaldo akan kembali ke lapangan atau melanjutkan sikap protesnya.
