Hukum Puasa Senin-Kamis setelah Nisfu Syaban

Nisfu Syaban 1447 H
Amalan Malam Nisfu Syaban 1447 H. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Syaban merupakan salah satu bulan yang dianjurkannya bagi umat Islam memperbanyak amalan ibadah, salah satunya puasa sunnah. Lalu, bagaimana hukum puasa Senin-Kamis setelah Nisfu Syaban?

Rasulullah SAW hampir rutin melakukan puasa di bulan Syaban. Namun, puasa sunnah ini ada batasan waktunya. Saat ini, Bulan Syaban 1447 H sudah memasuki pekan ketiga. Artinya, umat Islam segera kedatangan bulan istimewa yang penuh ampunan dan rahmat yakni, Bulan Ramadhan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri baik jasmani maupun rohani agar bisa beribadah penuh di Bulan Ramadhan. Berkaitan itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa harus segera melunasinya sebelum Ramadhan tiba. Lantas, bagaimana hukumnya bagi yang melaksanakan puasa sunnah seperti Senin-Kamis setelah nisfu syaban? Berikut ulasannya.

Baca Juga:Pendaftar dan Kuota SNBP tahun 2025-2026 Universitas IndonesiaJadwal Lengkap Rangkaian Acara NBA All-Star 2026

Hukum Puasa Senin-Kamis setelah Nisfu Syaban

Kalangan ulama berbeda pandangan mengenai bolehkah puasa sunah setelah Nisfu Sya’ban. Sebagian ulama melarang, sebagian lagi membolehkan dengan syarat tertentu, dan ada pula yang membolehkan secara umum.

1. Pendapat yang Melarang Puasa Setelah Nisfu Syaban

Mazhab Syafi’i dan Hanbali berpegang pada hadis larangan puasa setelah pertengahan Sya’ban. Menurut pendapat ini, bolehkah puasa sunah setelah Nisfu Sya’ban menjadi tidak diperbolehkan kecuali bagi yang memiliki kebiasaan puasa sunnah atau mengqadha puasa.

2. Pendapat yang Membolehkan Tanpa Syarat

Mazhab Hanafi dan sebagian ulama Maliki berpendapat bahwa bolehkah puasa sunah setelah Nisfu Sya’ban adalah boleh tanpa syarat. Mereka berpendapat bahwa hadis larangan tersebut bersifat lemah dan tidak bisa dijadikan dasar hukum.

3. Pendapat yang Membolehkan dengan Syarat

Sebagian ulama berpendapat bahwa bolehkah puasa sunah setelah Nisfu Sya’ban diperbolehkan jika seseorang telah memiliki kebiasaan berpuasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud. Namun, bagi yang tidak terbiasa, sebaiknya tidak memulai puasa sunnah setelah Nisfu Sya’ban.

Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa umat Islam harus bijak dalam menyikapi bolehkah puasa sunah setelah Nisfu Sya’ban. Memahami dasar hukumnya akan membantu kita dalam mengambil keputusan yang tepat dalam beribadah.

0 Komentar