Sedimentasi dan bangunan di sempadan sungai menyebabkan badan sungai menyempit dan berdampak pada bencana banjir.
Aliran sungai di Kabupaten Cirebon mengalami sedimentasi dan menyebabkan semakin sempitnya badan sungai. Penyempitan badan sungai akibat sedimentasi memberikan dampak terhadap kurangnya daya tampung sungai dan terjadinya bencana banjir.
Sedimentasi akibat material sampah dan tanah terjadi di mayoritas seluruh aliran sungai yang membelah pemukiman masyarakat di Kabupaten Cirebon. Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk meminimalisasi dampak banjir yang akhir-akhir ini terjadi di banyak wilayah, mulai barat, tengah, dan timur.
Baca Juga:Audiensi Lanjutan P3K Paruh Waktu, Kadisdik Tekankan Soal Anggaran – VideoJelajahi Rumah Aspirasi Ateng Sutisna Di Majalengka – Video
Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menyoroti adanya bangunan yang berdiri di sempadan sungai juga memperparah penyempitan dan membuat badan sungai semakin kecil. Akibatnya, saat intensitas curah hujan tinggi dan berdurasi lama, daya tampung sungai tidak optimal dan menyebabkan banjir ke pemukiman masyarakat.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta masyarakat untuk tidak memperparah dampak bencana banjir dengan membuang sampah sembarang. Di samping itu, pemerintah daerah juga sudah melaksanakan upaya normalisasi aliran sungai dari sedimentasi lumpur di berbagai wilayah dengan berkolaborasi bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung.