RADARCIREBON.TV – Tunggal putra Malaysia, Kong Wei Xiang, memetik hikmah berharga usai berjumpa Anthony Sinisuka Ginting, di Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Dari semua lawan yang dijumpai Kong Wei Xiang di Kejuaraan Beregu Asia 2026, nama Anthony Sinisuka Ginting yang diakuinya membuat terkesan.
Ginting turun dalam tim putra Indonesia kala berhadapan dengan Malaysia di babak penyisihan Grup D. Kedua pemain bermain sebagai tunggal putra ketiga yang dimainkan pada babak terakhir.
Baca Juga:Janice Tjen Diuntungkan Mundurnya Petenis Rumania di Qatar OpenSalas–Megawati–Shcherban Bersinar, Jakarta Pertamina Enduro Cetak Sejarah Proliga 2026
Ginting tentu menjadi pemain lebih berpengalaman ketimbang Kong, yang usianya masih 17 tahun. Tahun ini, ia sudah masih aktif mengarungi turnamen BWF di level junior.
Kong Wei Xiang mengaku sangat beruntung bisa menjalani pertandingan dengan lawan selevel Ginting.
“Pertandingan melawan Anthony, pemain dengan kaliber dan pengalaman seperti dia, merupakan tantangan yang luar biasa,” kata Kong Wei Xiang.
“Saya sudah memberikan semua yang saya miliki, dan saya bersyukur atas kesempatan untuk menguji diri saya di level tersebut,” lanjut dia.
Pemain dengan peringkat 343 dunia itu memang kecewa sebab dia harus menelan kekalahan
Akan tetapi, Kong Wei Xiang merasa bersyukur dengan pengalamannya berhadapan melawan Ginting.
Kong menjadi tahu seperti apa kecepatan langkah kaki (footwork) pemain tunggal putra di level papan atas dunia. Apalagi Ginting juga dikenal sebagai pemain tercepat dalam sektor tunggal putra saat ini.
Baca Juga:Mauricio Souza Sindir Pelatih Arema FC Usai Persija Jakarta Dipermalukan di Kandang Sendiri Produktivitas Lini Depan PSIM Yogyakarta Disorot, Jean-Paul van Gastel Bongkar Akar Masalah
“Meskipun hasilnya bukan yang saya inginkan, pengalaman ini telah memberi saya banyak kepercayaan diri dan pelajaran berharga yang akan saya bawa ke turnamen saya di masa mendatang,” ujarnya.
“Ini menunjukkan kepada saya level yang sedang saya perjuangkan. Salah satu poin penting yang saya dapatkan adalah saya merasa mampu mengimbangi kecepatan permainan di level elit tersebut, yang merupakan peningkatan kepercayaan diri yang besar untuk pertahanan dan antisipasi saya,” bebernya.
Kekalahan tiga gim menghadapi Ginting dengan skor 17-21, 21-13, 16-21, jelas menjadi pelajaran penting yang akan selalu diingat
“Namun, pertandingan itu juga dengan jelas menyoroti area yang perlu saya perkuat, yaitu kemampuan saya untuk melancarkan serangan yang kuat dan konsisten dari belakang lapangan,” imbuhnya,
