Mauricio Souza Buka Kronologi Keributan Usai Persija Tumbang dari Arema FC di SUGBK

Persija Jakarta
Kronologi Keributan Usai Persija Tumbang dari Arema FC. Foto : Instagram @mauricio__souza_
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya angkat bicara terkait keributan yang terjadi usai pertandingan melawan Arema FC pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Duel pekan ke-20 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (8/2/2026) malam WIB itu berakhir pahit bagi Macan Kemayoran setelah kalah dengan skor 0-2.

Dua gol kemenangan Arema FC dicetak oleh Gabriel Silva pada menit ke-82 dan 90+11. Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi sorotan, melainkan juga tensi panas yang muncul setelah wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Mauricio Souza membeberkan versinya mengenai insiden tersebut. Pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa situasi awal pertandingan berjalan normal, layaknya pertemuan dua tim besar yang sama-sama berambisi meraih poin.

Baca Juga:Prediksi dan Head To Head Bhayangkara Presisi vs Borneo FC di Pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026Jadwal Persib vs Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2: Prediksi, Head to Head, dan Peluang Lolos

Namun, suasana berubah setelah Arema FC mencetak gol kedua. Souza menilai Gabriel Silva melakukan selebrasi yang dianggap tidak pantas dengan mengarah ke bangku cadangan Persija. Gestur tersebut disebut membuat dirinya tersinggung dan memicu emosi.

Menurut Souza, tindakan itu terasa lebih personal karena Gabriel Silva pernah menjadi anak asuhnya saat masih melatih tim junior di Brasil. Ia menilai sikap tersebut tidak mencerminkan rasa saling menghormati antar pelaku sepak bola profesional.

Merasa kecewa, Souza mengaku sempat meminta Dalberto Luan Belo, striker Arema FC yang juga berasal dari Brasil, untuk menegur Gabriel agar lebih menjaga sikap di lapangan. Namun, ketegangan belum mereda.

Masalah berlanjut ketika Mauricio Souza hendak mendatangi bangku cadangan Arema FC untuk bersalaman dengan jajaran pelatih. Di momen itulah, ia kembali berhadapan langsung dengan Gabriel Silva yang disebut menghampirinya terlebih dahulu.

Tak hanya itu, Souza juga mengungkapkan kekesalannya terhadap pelatih Arema FC, Marcos Santos. Ia menyebut adanya perdebatan sengit di pinggir lapangan, bahkan mengaitkan insiden tersebut dengan ketegangan yang juga pernah terjadi pada pertemuan sebelumnya di putaran pertama.

Meski demikian, Mauricio Souza menegaskan bahwa dinamika panas seperti ini merupakan bagian dari sepak bola. Ia tetap memberikan ucapan selamat kepada Arema FC atas kemenangan yang diraih di kandang Persija.

0 Komentar