RADARCIREBON.TV – Asia kembali memanggil. Dan kali ini, Persib Bandung datang bukan sebagai penggembira, melainkan sebagai juara grup yang membawa nama besar sepak bola Indonesia ke panggung kontinental. Babak 16 besar AFC Champions League 2 menjadi medan tempur berikutnya, dan lawan yang menunggu bukan tim kaleng-kaleng: Ratchaburi FC, wakil Thailand dengan reputasi tajam dan mematikan di kandang.
Rabu malam, 11 Februari, Stadion Dragon Solar Park di Ratchaburi akan bergemuruh. Namun Maung Bandung datang dengan kepala tegak, dada membusung, dan api yang menyala di dada. Ini bukan sekadar laga tandang. Ini adalah ujian mental, kualitas, dan harga diri sepak bola Indonesia di Asia.
Persib melangkah ke fase gugur ACL 2 dengan cara meyakinkan. Juara Grup G, hasil dari perjalanan keras: empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Anak-anak Bandung bukan hanya lolos, tapi lolos dengan wibawa.
Baca Juga:Klasemen Terbaru Liga 1 Usai Persib Bandung Kalahkan Malut United 2-0Wakil Indonesia Unjuk Gigi di Asia, Sandy Walsh Berjuang di ACL Elite dan Persib Bandung Tembus 16 Besar
Yang membuat kepercayaan diri semakin berlipat adalah fakta bahwa Persib sudah pernah menaklukkan wakil Thailand di fase grup. Bangkok United, tim kuat Negeri Gajah Putih, dipukul dua kali kandang dan tandang. Itu bukan kebetulan. Itu bukti.
Kini lawan datang dari Thailand lagi. Ratchaburi. Klub berjuluk Sang Naga. Tim yang berbahaya, agresif, dan punya naluri menyerang tinggi. Tapi bagi Persib, ini bukan wilayah asing. Ini medan perang yang sudah dikenali aromanya.
Ratchaburi lolos sebagai runner-up Grup F, dengan catatan naik-turun: tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Dua kali mereka tumbang dari Gamba Osaka, satu kali dari Nam Dinh.
Namun jangan salah. Saat menyerang, Ratchaburi bisa menjadi monster. Bukti paling telak: kemenangan 7-0 saat bertandang ke Hong Kong menghadapi Eastern. Mereka juga tangguh di kandang, termasuk saat menaklukkan Nam Dinh. Dragon Solar Park bukan stadion ramah bagi tamu.
Dan di situlah tantangan Persib: menjinakkan naga di kandangnya sendiri. Laga ini juga menjadi panggung yang dinanti publik: debut tiga pemain baru Persib di kompetisi Asia.
Nama-nama itu bukan sekadar pelengkap:
Layvin Kurzawa, pengalaman Eropa, mental baja Dion Markx, energi muda, lapar pembuktian Sergio Castel, mesin gol dengan naluri predator. Ketiganya dibawa bukan untuk jalan-jalan. Mereka dibawa untuk memberi dimensi baru, kedalaman skuad, dan kejutan taktis di level Asia. Publik menunggu: apakah debut mereka langsung berdampak?
