RADARCIREBON.TV – Kabar mengejutkan datang dari bomber haus gol milik Manchester City, Erling Haaland. Sosok yang dikenal sebagai mesin pencetak gol mematikan di Liga Inggris ini tengah menjadi sorotan tajam setelah performanya dianggap menurun dalam beberapa pekan terakhir. Sejak periode akhir Desember 2025, ketajaman penyerang asal Norwegia ini seolah memudar, sebuah fenomena yang sangat jarang terjadi mengingat reputasinya sebagai predator di dalam kotak penalti.
Jika melihat statistik yang ada, penurunan performa Haaland memang cukup terasa signifikan bagi lini serang The Citizens. Terhitung sejak pekan ke-18 hingga pekan ke-25 Liga Inggris musim 2025-2026, Haaland hanya mampu menyarangkan dua gol dari total delapan pertandingan yang ia jalani. Catatan ini tentu jauh di bawah standar tinggi yang biasa ia tunjukkan. Dari rentetan laga tersebut, Haaland hanya berhasil mencetak gol saat Manchester City ditahan imbang oleh Brighton dengan skor 1-1 pada pekan ke-21, serta satu gol krusial saat membawa timnya menang tipis 2-1 atas Liverpool.
Krisis gol ini ternyata tidak hanya terjadi di kompetisi liga. Di turnamen domestik lainnya, Haaland juga tampak kesulitan menemukan sentuhan magisnya. Di ajang Piala Liga, ia bahkan belum mencetak satu gol pun, termasuk saat melakoni dua laga penting di babak semifinal melawan Newcastle United. Nasib serupa juga dialami Haaland di ajang Piala FA; ia gagal menyumbangkan gol meskipun timnya berpesta pora dengan skor telak 10-1 saat menghadapi Exeter City beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Jangan Sampai Tertipu! Ciri Ciri Aplikasi Penghasil Saldo DANA Scam yang Wajib Kamu Waspadai Ancaman Nyata! Kylian Mbappe Menuju Level Cristiano Ronaldo di Real Madrid
Banyak pihak bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada pemain berusia 25 tahun itu. Menanggapi spekulasi yang berkembang, Haaland akhirnya buka suara setelah pertandingan sengit melawan Liverpool pada Minggu, 8 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Haaland secara jujur membeberkan alasan mengapa efektivitasnya di depan gawang lawan seolah tersumbat.
Penyebab utama yang diungkapkan oleh Haaland berkaitan dengan dinamika strategi di lapangan dan bagaimana lawan kini mulai menerapkan pengawalan ekstra ketat terhadap dirinya. Meskipun ia baru saja berhasil mematahkan kutukan di kandang Liverpool melalui eksekusi penalti, Haaland mengakui bahwa ruang geraknya semakin terbatas. Ia merasa tim-tim lawan sekarang memiliki skema pertahanan yang lebih solid dan terfokus hanya untuk menghentikan alur bola yang mengarah kepadanya, yang pada akhirnya membuat keran golnya bersama Manchester City sedikit tersendat dibandingkan musim-musim sebelumnya.
