RADARCIREBON.TV – Malam di Thailand berubah menjadi malam yang pahit bagi Persib Bandung. Harapan bangkit di leg pertama 16 besar ACL Two 2025/2026 justru berakhir dengan luka yang makin dalam. Maung Bandung tak hanya kalah, tetapi kalah telak 0-3 dari Ratchaburi FC, Rabu (11/2/2026).
Sejak awal, pertandingan memang sudah memberi tanda bahaya. Baru menit ke-4, gawang Persib jebol. Kelengahan di lini pertahanan dimanfaatkan sempurna oleh Tana, pemain asal Spanyol yang tanpa ampun merobek jala Maung Bandung. Skor 1-0 untuk tuan rumah membuat Persib dipaksa bermain mengejar sejak dini.
Eliano Reijnders menerima kartu kuning di menit ke-7, membuat lini tengah harus lebih berhati-hati. Namun Persib tidak tinggal diam. Menit ke-17, sundulan Frans Putros nyaris menyamakan kedudukan, meski bola masih melebar tipis. Uilliam Barros mendapat peluang dari crossing Putros pada menit ke-24, tetapi kiper Ratchaburi tampil sigap.
Baca Juga:Breaking News! Persib Tertinggal 2-0 dari RatchaburiBelum Juga Debut di Persib Bandung, Sergio Castel Langsung Curi Perhatian Bojan Hodak
Peluang terbaik datang pada menit ke-26 ketika tendangan keras Luciano Guaycochea menghantam tiang gawang. Dewi fortuna belum memihak. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan.
Babak kedua dibuka dengan harapan baru. Persib meningkatkan intensitas serangan, mencoba menekan lebih tinggi. Namun lagi-lagi nasib tak berpihak. Pada menit ke-53, Mutombo Kupa menggandakan keunggulan Ratchaburi menjadi 2-0. Serangan cepat dan penyelesaian klinis menghukum Persib yang sedang asyik membangun tekanan.
Situasi makin sulit, tapi pelatih Persib mencoba berjudi dengan perubahan besar. Layvin Kurzawa akhirnya menjalani debutnya. Sergio Castel, striker anyar yang diharapkan menjadi mesin gol baru, juga diturunkan untuk menambah daya gedor.
Alih-alih membalikkan keadaan, luka justru makin menganga. Baru semenit setelah Kurzawa menginjak lapangan, tepatnya menit ke-84, Ratchaburi kembali menghukum Persib. Tana pencetak gol pertama sekali lagi menjadi mimpi buruk. Gol keduanya malam itu mengubah skor menjadi 3-0. Sebuah tamparan keras. Debut yang seharusnya membawa harapan justru bertepatan dengan momen paling menyakitkan.
Persib sebenarnya tidak bermain tanpa perlawanan. Peluang ada, tekanan tercipta, kombinasi lini tengah hingga depan sempat merepotkan tuan rumah. Namun efektivitas menjadi pembeda. Ratchaburi tajam, Persib tumpul di saat-saat krusial.
