BPJS PBI Nonaktif, DPRD Kabupaten Cirebon Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Dilayani

Cek BPJS PBI
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon melihat langsung kondisi pasien Hemodialisa di RSUD Waled Foto : radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV — Di tengah kegelisahan ratusan pasien gagal ginjal akibat kabar penonaktifan BPJS PBI karena kebijakan desil, RSUD Waled Kabupaten Cirebon memastikan satu hal yang tak boleh goyah: pelayanan kemanusiaan tidak boleh berhenti.

Kamis (12/2), Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH turun langsung ke ruang Hemodialisa RSUD Waled. Kunjungannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan respons atas laporan masyarakat yang menyebutkan adanya pasien cuci darah yang dihentikan pelayanannya karena status BPJS PBI dinonaktifkan.

Di ruang yang dipenuhi mesin hemodialisa dan wajah-wajah penuh harap itu, Sophi memastikan sendiri kebenaran informasi yang beredar.

Baca Juga:DPRD Kab. Cirebon & Pokdarwis Sedong Gelar Diskusi – VideoKasus BPJS PBI Non Aktif, GMBI dan Ampar Desak Pemerintah Daerah Cari Solusi 

“Alhamdulillah setelah kami cek langsung, pelayanan tetap berjalan. Dari sekitar 122 pasien Hemodialisa di RSUD Waled, memang ada 6 pasien yang BPJS PBI-nya diputus. Tetapi mereka tetap mendapatkan pelayanan sambil menjalani proses reaktivasi,” ujar Sophi.

Pernyataan itu menjadi angin segar bagi pasien dan keluarga yang sempat diliputi kekhawatiran. Sebab, bagi penderita gagal ginjal, cuci darah bukan pilihan, melainkan kebutuhan hidup yang tak bisa ditunda. Terlambat satu kali saja bisa berakibat fatal.

Sophi menegaskan, kehadirannya adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan hak kesehatannya. Ia berharap ada solusi konkret dan cepat agar proses reaktivasi BPJS PBI pasien yang terdampak bisa dipermudah.

“Kami berharap ada solusi RSUD Waled reaktivasi BPJS bagi pasien yang membutuhkan. Kalau melalui Jamkesda tentu prosedurnya berbeda, pasti ada syarat-syarat tertentu,” terangnya.

Di sisi lain, manajemen RSUD Waled menegaskan komitmennya. Kepala Bagian Umum RSUD Waled, Deti S. Aprianti, menyampaikan bahwa rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk yang status kepesertaan JKN-nya nonaktif sementara.

“Pada prinsipnya RS Waled menjamin perlindungan kepada semua pasien. Untuk pasien BPJS PBI nonaktif, kami tetap memberikan pelayanan, bukan saja untuk pasien Hemodialisa tetapi pasien lain di RSUD Waled juga tetap kami layani,” jelas Deti.

Tak hanya memastikan pelayanan tetap berjalan, Sophi juga berdialog langsung dengan sejumlah pasien dan keluarga yang mendampingi. Suasana ruang hemodialisa siang itu terasa berbeda. Di sela bunyi mesin dan selang infus yang terpasang, ada percakapan hangat yang menenangkan.

0 Komentar