Menjelang bulan suci Ramadan, harga daging sapi dan ayam di Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan. Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan hingga adanya program MBG.
Harga daging sapi dan ayam di Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Pedagang menyebut faktor permintaan, lokasi rumah potong, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mempengaruhi lonjakan harga.
Kenaikan harga daging sapi di Pasar Pasalaran berkisar lima hingga sepuluh ribu rupiah per kilogram. Untuk daging super, harga saat ini mencapai 130 hingga 140 ribu rupiah per kilogram.
Baca Juga:Pasar Darurat Lemahabang Kulon Siap Ditempati Pedagang – VideoPolisi Amankan Remaja Yang Diduga Hendak Melakukan Tawuran – Video
Muhamad Riyanto, pedagang daging sapi, menyebut kenaikan masih tergolong stabil. Ia menjelaskan salah satu faktor yang mempengaruhi harga adalah lokasi Rumah Potong Hewan di Batembat yang relatif dekat dengan Pasar Pasalaran.
Menurutnya, harga biasanya kembali naik pada H-3 Ramadan dan H-3 Lebaran, dengan potensi kenaikan sekitar 15 hingga 20 ribu rupiah per kilogram. Lonjakan terjadi akibat meningkatnya permintaan, sementara pasokan tidak selalu mampu mengimbangi, meski telah ditopang impor.
Sementara itu, harga daging ayam juga mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya 28 hingga 30 ribu rupiah per kilogram, kini mencapai 38 hingga 40 ribu rupiah per kilogram.
Siti Maryam, pedagang daging ayam, menyebut kenaikan terjadi sejak satu bulan terakhir. Ia menilai program MBG yang menggunakan ayam dan telur sebagai bahan utama turut meningkatkan permintaan di pasar.
Menurutnya, sebelum program tersebut berjalan, harga ayam relatif stabil di angka 30 ribu rupiah per kilogram. Ia berharap harga dapat kembali normal agar daya beli masyarakat tidak tertekan.
Pedagang berharap stabilitas pasokan dan distribusi dapat terjaga menjelang Ramadan, agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.