Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyatakan dukungan penuh terhadap Program Inklusi yang digelar di Kabupaten Indramayu. Program kolaborasi pemerintah Indonesia dan Australia ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pekerja migran, calon pekerja migran, purna migran, serta keluarga yang ditinggalkan.
Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Bappenas, menghadiri kegiatan Program Inklusi yang menyasar pekerja migran dan keluarganya. Perwakilan kementerian menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Program Inklusi dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja migran. Tak hanya menyasar purna migran, program ini juga ditujukan bagi calon pekerja migran, pekerja migran yang masih bekerja di luar negeri, serta keluarga mereka.
Baca Juga:Pasar Darurat Lemahabang Kulon Siap Ditempati Pedagang – VideoPolisi Amankan Remaja Yang Diduga Hendak Melakukan Tawuran – Video
Kementerian P2MI menegaskan, kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi bagian dari upaya keberlanjutan dalam menciptakan migrasi aman. Artinya, pekerja migran berangkat secara prosedural, memiliki kejelasan pekerjaan di negara tujuan, serta memberikan rasa aman bagi diri sendiri maupun keluarga di tanah air.
Pemerintah Kabupaten Indramayu pun menyambut baik kegiatan ini. Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ke depan, kolaborasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran serta memperkuat ekonomi masyarakat di daerah kantong migran seperti Indramayu. Harapannya, Program Desa Peduli Buruh Migran dapat menjadi langkah awal menuju migrasi yang aman dan terencana.