Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Cirebon dinilai masih belum optimal. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, menyebut keterbatasan sumber daya manusia pada Unit Pelaksana Teknis atau UPT pajak menjadi salah satu faktor utama belum maksimalnya Pendapatan Asli Daerah.
Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Cirebon dinilai masih belum optimal. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno mengungkapkan bahwa capaian proyeksi pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak, masih menghadapi berbagai kendala. Menurutnya, secara struktur wilayah Kabupaten Cirebon memiliki tiga UPT pajak, yakni wilayah Barat, Tengah atau Pusat, dan Timur.
Namun demikian, dari ketiga UPT tersebut, kinerja belum berjalan maksimal. Cakra menjelaskan, setiap UPT membawahi hampir 13 kecamatan. Sementara di masing-masing kecamatan terdapat 13 jenis pajak yang harus didata dan diawasi secara berkala.
Baca Juga:Pasar Darurat Lemahabang Kulon Siap Ditempati Pedagang – VideoPolisi Amankan Remaja Yang Diduga Hendak Melakukan Tawuran – Video
Dengan luas wilayah yang besar dan kompleksitas jenis pajak yang cukup banyak, jumlah personel atau ASN yang tersedia di setiap UPT dinilai belum sebanding dengan beban kerja di lapangan. Kondisi ini berdampak langsung pada proses pendataan dan pengawasan pajak yang belum optimal.
Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon pun mendorong adanya evaluasi dan penguatan sumber daya manusia di sektor pajak daerah agar proyeksi pendapatan dapat lebih realistis dan capaian Pendapatan Asli Daerah ke depan bisa lebih maksimal.