Saat Shio Ciong Datang: Ini Makna dan Ragam Ritual Tolak Bala dalam Tradisi Tionghoa

Shio
Seseorang disebut mengalami ciong ketika shionya berada dalam posisi kurang harmonis dengan shio tahun berjalan. Foto: shiodanperuntungan/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Istilah shio ciong kerap menjadi perbincangan setiap memasuki tahun baru Imlek.

Dalam kepercayaan astrologi Tionghoa, ciong merujuk pada kondisi ketika shio seseorang dianggap berbenturan atau kurang selaras dengan energi tahun yang sedang berjalan. Kondisi ini dipercaya dapat memunculkan tantangan, hambatan, atau situasi yang menuntut kehati-hatian ekstra dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, keuangan, hingga relasi sosial.

Meski tidak semua orang mempercayainya secara harfiah, konsep shio ciong tetap menjadi bagian dari tradisi budaya yang diwariskan turun-temurun. Seiring berkembangnya zaman, berbagai ritual atau upaya simbolis untuk “menetralisir” energi negatif pun masih dijalankan oleh sebagian masyarakat, khususnya di komunitas Tionghoa.

Baca Juga:iPhone 17e Siap Menggebrak Pasar Global: Smartphone “Entry-Level” dengan Performa Flagship & Fitur Premium!Resmi Mengguncang 2026! Bocoran Spesifikasi & Prediksi Harga iQOO 15R di Indonesia

Memahami Konsep Shio Ciong

Dalam sistem astrologi Tionghoa, terdapat 12 shio yang berputar setiap tahun: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Selain itu, terdapat pula siklus lima elemen (kayu, api, tanah, logam, dan air) yang memperkaya perhitungan peruntungan.

Seseorang disebut mengalami ciong ketika shionya berada dalam posisi kurang harmonis dengan shio tahun berjalan. Benturan ini bisa berupa konflik langsung (seperti posisi berseberangan dalam siklus), atau kombinasi tertentu yang dalam kepercayaan tradisional dianggap kurang menguntungkan.

Namun penting dicatat, dalam perspektif budaya modern, shio ciong tidak dimaknai sebagai kepastian nasib buruk. Banyak praktisi feng shui dan astrologi Tionghoa menekankan bahwa kondisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperbaiki keseimbangan diri.

Ragam Ritual yang Dipercaya Membawa Keseimbangan

Berikut beberapa ritual atau praktik yang umum dilakukan oleh mereka yang merasa sedang mengalami shio ciong:

1. Sembahyang ke Kelenteng

Salah satu praktik paling umum adalah melakukan sembahyang di kelenteng, terutama pada awal tahun Imlek atau pada hari-hari tertentu yang dianggap baik. Umat biasanya memanjatkan doa kepada dewa pelindung atau Tai Sui (Dewa Penjaga Tahun) untuk memohon perlindungan dan kelancaran sepanjang tahun.

Beberapa kelenteng menyediakan ritual khusus yang dikenal sebagai “Pai Tai Sui” atau penghormatan kepada Tai Sui. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan agar terhindar dari hambatan besar.

0 Komentar