Banjir yang merendam di wilayah timur Kabupaten Cirebon terus meluas dan merendam sedikitnya empat kecamatan, yakni Kecamatan Pasaleman, Waled, Ciledug, dan Kecamatan Losari, sejak Kamis dini hari.
Banjir yang merendam sejak Kamis dini hari di wilayah timur Kabupaten Cirebon terus meluas dan merendam sedikitnya empat kecamatan, yakni Kecamatan Pasaleman, Waled, Ciledug, dan Kecamatan Losari.
Ketinggian air di sejumlah desa yang terdampak bervariasi dari 60 hingga satu meter, bahkan di Desa Cilengkrang ketinggian air mencapai 1,5 m hingga menenggelamkan rumah dan perabotannya.
Baca Juga:Pelatihan Keterampilan Digital Penyandang Disabilitas – VideoPemprov Jabar Fokus Atasi Kemiskinan – Video
Salah satu kecamatan yang terdampak banjir dari luapan Sungai Cisanggarung yakni Kecamatan Losari, yang merendam Desa Barisan, Losari Kidul, Mulyasari, dan Desa Tawangsari, sehingga menyebabkan ratusan rumah terdampak.
Kapolsek Losari, AKP Sugiono, menyampaikan banjir terjadi akibat luapan air dari Sungai Cijengkelok yang bermuara ke Sungai Cisanggarung. Debit air yang meluap melebihi kapasitas normal, mencapai 700 cm, sementara batas normalnya hanya 250 cm. Kondisi ini diperparah dengan belum tertanganinya Blok Pon oleh proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung.
Pihak kepolisian bersama unsur lintas sektoral dan pimpinan proyek dari PT Bumi Karsa, yang menangani proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung, telah berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan. Salah satu langkah yang diambil adalah menyiapkan tumpukan pasir dalam karung untuk menutup Blok Pon yang mungkin akan terdampak di masa mendatang, dengan mendatangkan dua ekskavator.
Salah seorang warga Blok Pon, Desa Barisan, Nanang, mengatakan bahwa banjir mulai masuk ke pemukiman sekitar pukul 21.30 WIB.
Nanang berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menyelesaikan proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung. Warga juga meminta agar sistem drainase diperbaiki untuk mencegah rembesan air ke pemukiman saat sungai meluap.