RADARCIREBON.TV – Minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat pada 2026. Bagi investor pemula, memilih produk yang tepat sering kali membingungkan. Tiga merek yang paling banyak diburu di Indonesia adalah produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), dan Galeri 24 yang merupakan anak usaha Pegadaian. Ketiganya sama-sama memiliki kadar kemurnian 99,99 persen atau setara 24 karat, sehingga kualitas logam mulianya tidak perlu diragukan.
Perbedaan utama justru terletak pada reputasi, jaringan distribusi, serta harga jual di pasaran. Antam dikenal memiliki sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA). Sertifikat ini membuat emas Antam lebih mudah diterima di pasar internasional dan memiliki likuiditas tinggi. Tak heran jika harga jualnya cenderung berada di level teratas. Per Februari 2026, harga jual Antam diperkirakan berada di kisaran Rp3.168.000 per gram.
Di sisi lain, UBS menawarkan alternatif dengan harga yang relatif lebih kompetitif. Saat ini, harga jualnya berada di sekitar Rp3.136.000 per gram. Selisih harga tersebut memang tidak terlalu jauh, namun cukup menarik bagi pembeli yang ingin mendapatkan gramasi lebih banyak dengan modal serupa. UBS umumnya lebih optimal diperjualbelikan di dalam negeri melalui jaringan distributor maupun toko emas rekanan.
Baca Juga:Hasil Pertandingan West Ham vs Manchester United: Setan Merah Gagal MenangHasil Chelsea vs Leeds United: Comeback Cepat Leeds di Stamford Bridge Jadi Sorotan
Sementara itu, Galeri 24 hadir dengan keunggulan sebagai bagian dari ekosistem Pegadaian. Jaminan keaslian produk serta kemudahan transaksi di gerai resmi menjadi nilai tambah tersendiri. Untuk Februari 2026, harga jual Galeri 24 tercatat sekitar Rp3.068.000 per gram, menjadikannya yang paling terjangkau di antara ketiganya. Produk ini cocok bagi pemula yang mengutamakan kemudahan akses dan rasa aman bertransaksi di jaringan resmi BUMN.
Secara umum, selisih harga antar merek dipengaruhi faktor branding, sertifikasi, serta luasnya pasar buyback. Bagi investor jangka panjang, terutama dengan horizon di atas lima tahun, perbedaan harga beli awal biasanya tidak terlalu signifikan terhadap potensi keuntungan akhir. Namun, bagi yang fokus pada efisiensi spread atau selisih jual-beli, membandingkan harga harian sebelum transaksi menjadi langkah bijak.
Memahami karakter masing-masing produk akan membantu calon investor menentukan pilihan sesuai kebutuhan. Apakah mengutamakan pengakuan global, efisiensi modal awal, atau kemudahan akses nasional, ketiga merek tersebut tetap menjadi opsi solid dalam membangun portofolio emas di tahun 2026.
