Waspada! Penipuan Baru di HP, Rekening Dikuras Pakai Kode QR, Modus “Quishing” yang Harus Kamu Ketahui

Penipuan Baru di HP, Rekening Dikuras Pakai Kode QR
Source: shutterstock
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Baru-baru ini muncul ancaman penipuan digital terbaru yang menggunakan kode QR untuk mengambil alih data pribadi hingga menguras saldo rekening korbannya. Modus ini dikenal dengan sebutan quishing, perpaduan antara QR code dan phishing, sebuah teknik sosial engineering untuk membuat korban percaya dan memasukkan data sensitif mereka.

Quishing bekerja dengan cara memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap QR code yang kini sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari seperti pembayaran digital, promosi di tempat umum, atau tautan unduhan aplikasi. Pelaku kejahatan membuat sebuah kode QR palsu yang ketika dipindai akan mengarahkan korban ke situs web berbahaya yang menyerupai layanan perbankan atau aplikasi resmi. Di halaman tersebut korban diminta untuk memasukkan informasi penting seperti user ID, kata sandi, atau kode OTP, yang nantinya digunakan oleh pelaku untuk mengakses rekening atau dompet digital korban.

Meski terlihat sederhana, teknik ini cukup berbahaya karena korban seringkali tidak menyadari bahwa kode QR yang dipindai bukan berasal dari sumber tepercaya. QR code tidak menunjukkan alamat situs yang jelas sebelum dipindai, sehingga ketika kamera HP diarahkan, korban langsung dibawa ke halaman phishing tanpa ada peringatan yang mencolok. Dalam beberapa kasus, tautan bisa terlihat hampir sama dengan domain resmi sehingga membuat korban semakin yakin dan lengah.

Baca Juga:Format FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis di Laga Pembuka yang Menentukan8 Menu Buka Puasa Irit dan Lezat Cocok Buat Anak Kos, Gak Bikin Kantong Bolong!

Penipuan quishing ini bisa terjadi di mana saja, mulai dari tautan di aplikasi chatting atau media sosial hingga kode QR yang ditempel di tempat umum atau dikirim lewat pesan singkat. Biasanya, pesan yang disertakan bersama QR code dirancang sedemikian rupa untuk memancing korban dengan iming-iming promo, cashback, pembaruan akun, ataupun pemberitahuan masalah keamanan akun. Ketika korban mengikuti instruksi tersebut, mereka tanpa sadar menyerahkan kendali atas akun mereka kepada pelaku.

Menurut laporan media, tren quishing semakin meningkat seiring makin banyaknya orang yang beralih ke pembayaran digital tanpa menyadari risikonya. Para pelaku bahkan bisa memasang QR code palsu di atas QR code resmi tanpa terlihat jelas oleh pengguna. Ini membuat siapa saja berisiko menjadi korban dari pengguna baru teknologi digital hingga mereka yang sudah terbiasa melakukan transaksi lewat ponsel.

0 Komentar