Bukan Sekadar Istilah Gaul! Ini Arti Sebenarnya “Viral Seablings” yang Ramai di Media Sosial

Seablings
Istilah “seablings” justru muncul dari dinamika panas antara netizen Korea Selatan dan netizen negara-negara Asia Tenggara. Foto: Ilustrasi AI/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Jagat media sosial tengah diramaikan dengan istilah “seablings” yang mendadak viral di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), hingga Instagram.

Banyak yang sempat salah paham dan mengira istilah ini berkaitan dengan olahraga atau plesetan dari kata “siblings”. Padahal, maknanya sama sekali berbeda.

Istilah “seablings” justru muncul dari dinamika panas antara netizen Korea Selatan dan netizen negara-negara Asia Tenggara. Fenomena ini berawal dari berbagai perdebatan digital yang melibatkan warganet Korea yang sering disebut “knetz” dengan warganet dari kawasan ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Baca Juga:Honda PCX 160 2026 Meluncur dengan Penyegaran Fitur dan Teknologi: Skutik Premium Makin Canggih dan IritXiaomi Pad 8 Siap Mengguncang Pasar Tablet: Layar Lebih Tajam, Performa Kencang, dan Ekosistem Makin Solid

Apa Itu “Seablings”?

Kata “seablings” merupakan gabungan dari “SEA” (Southeast Asia) dan “siblings” (saudara). Secara harfiah bisa dimaknai sebagai “saudara Asia Tenggara”. Namun dalam konteks viral saat ini, istilah tersebut digunakan sebagai simbol solidaritas netizen ASEAN ketika menghadapi serangan, kritik, atau komentar negatif dari knetz.

Jadi, ini bukan istilah resmi dan tidak ada hubungannya dengan dunia olahraga. Istilah ini murni lahir dari budaya internet dan dinamika percakapan lintas negara di media sosial.

Awal Mula Perseteruan Digital

Perseteruan biasanya dipicu oleh isu-isu pop culture, hiburan, standar kecantikan, budaya, hingga sentimen nasionalisme. Beberapa perdebatan muncul di kolom komentar platform global seperti TikTok dan Instagram ketika topik tertentu menyangkut idol K-Pop, aktor Korea, atau perbandingan budaya.

Warganet Korea yang dikenal cukup vokal dan protektif terhadap budaya serta artis negaranya kerap melontarkan komentar yang dianggap merendahkan negara Asia Tenggara. Sebaliknya, netizen ASEAN tidak tinggal diam dan membalas dengan argumen maupun sindiran.

Dalam momen-momen inilah istilah “ASEAN seablings” mulai ramai digunakan. Artinya: walaupun biasanya sesama negara Asia Tenggara sering berdebat satu sama lain, ketika menghadapi knetz, mereka bersatu.

Komentar seperti:

“Seablings assemble!”

“ASEAN seablings, time to unite.”

“Kita beda negara, tapi tetap seablings lawan knetz.”

0 Komentar