RADARCIREBON.TV – Michael Carrick telah memulai tugasnya sebagai manajer interim Manchester United dengan rangkaian hasil yang cukup impresif, tetapi tantangan besar masih menanti dirinya di sisa musim Liga Inggris 2025/26. Setelah mengambil alih posisi kepelatihan dari Ruben Amorim pada pertengahan Januari 2026, Carrick membawa perubahan signifikan dalam pendekatan tim dan berhasil meraih beberapa hasil positif. Namun, perjalanan musim ini belum selesai, dan sejumlah faktor menunjukkan bahwa ujian yang sesungguhnya belum terlewati sepenuhnya.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Carrick adalah penyusunan taktik yang stabil untuk menghadapi berbagai gaya permainan lawan. Meskipun United sempat mengalahkan tim besar seperti Manchester City dan Arsenal di awal kiprahnya, performa tim dalam laga-laga berikutnya tetap menunjukkan inkonsistensi. Carrick sendiri pernah memperingatkan para pemain untuk tetap fokus dan tidak larut dalam euforia kemenangan, karena masih banyak pertandingan penting yang harus dilalui serta strategi tim yang perlu ditemukan secara matang.
Masalah internal skuad juga menjadi ujian tersendiri. Cedera pemain seperti Patrick Dorgu, yang tampil gemilang dengan dua gol krusial namun kini menepi cukup lama karena cedera hamstring, memaksa Carrick untuk melakukan penyesuaian skuat. Kehilangan pemain yang sedang dalam performa terbaiknya tentu menjadi beban tambahan, terutama ketika persaingan di Liga Inggris semakin ketat.
Baca Juga:Ramadan 2026 Diprediksi Tak Serentak, Indonesia Bisa Mulai Puasa Lebih AwalRamalan 12 Shio di Tahun Kuda Api 2026: Siapa Paling Beruntung & Siapa Harus Waspada
Tak hanya itu, meskipun Carrick sempat dianugerahi penghargaan sebagai Manajer Terbaik Januari di Premier League berkat start yang kuat, dirinya tetap menekankan pentingnya sikap rendah hati dan fokus pada perbaikan tim secara keseluruhan. Penghargaan ini memang memberi pengakuan atas hasil awal yang positif, tetapi status prestasi jangka pendek tidak bisa dijadikan patokan masa depan, terutama karena MU harus mempertahankan performanya di kompetisi liga yang menuntut konsistensi tinggi.
Carrick juga masih harus mengatasi aspek permainan yang sempat dikritik, yaitu kesulitan menciptakan peluang saat tim menguasai bola. Para komentator dan analis menyebut bahwa United pernah terjebak dengan gaya permainan yang kurang efektif saat mereka harus mengendalikan tempo permainan. Carrick perlu menemukan keseimbangan antara dominasi penguasaan bola dan strategi counter-attack yang selama ini menunjukkan hasil.
