Selain itu, pengawasan sektor komoditas dan perdagangan berjangka juga melibatkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa legalitas suatu platform sebelum menyetorkan dana.
Ciri-ciri Aplikasi yang Patut Diwaspadai
Agar tidak terjebak dalam penipuan berkedok aplikasi penghasil uang, ada beberapa ciri yang perlu dicermati:
- Menjanjikan keuntungan tetap dan tinggi tanpa risiko jelas.
- Tidak memiliki izin resmi dari otoritas keuangan.
- Mengutamakan sistem perekrutan anggota baru.
- Tidak transparan mengenai identitas perusahaan dan pengelola.
- Sulit dihubungi saat terjadi masalah pencairan dana.
Masyarakat disarankan untuk tidak mudah tergiur dengan janji penghasilan instan. Prinsip dasar investasi adalah adanya risiko yang sebanding dengan potensi keuntungan.
•Peran Literasi Keuangan
Baca Juga:Honda PCX 160 2026 Meluncur dengan Penyegaran Fitur dan Teknologi: Skutik Premium Makin Canggih dan IritXiaomi Pad 8 Siap Mengguncang Pasar Tablet: Layar Lebih Tajam, Performa Kencang, dan Ekosistem Makin Solid
Maraknya aplikasi penipuan menunjukkan pentingnya literasi digital dan keuangan. Banyak korban berasal dari kalangan masyarakat yang tergiur peluang penghasilan tambahan tanpa memahami mekanisme bisnis di baliknya.
OJK dan sejumlah lembaga edukasi keuangan secara rutin mengkampanyekan gerakan waspada investasi ilegal. Masyarakat dapat memanfaatkan kanal resmi pengaduan jika menemukan indikasi penipuan.
Selain itu, pengecekan izin usaha dapat dilakukan melalui situs resmi regulator atau layanan konsumen yang tersedia.
•Dampak Sosial dan Ekonomi
Kasus aplikasi berkedok “MBA” bukan hanya menimbulkan kerugian finansial individu, tetapi juga berdampak pada kepercayaan publik terhadap platform digital yang sah. Di era transformasi digital, banyak perusahaan fintech legal yang beroperasi sesuai aturan. Namun keberadaan aplikasi ilegal menciptakan persepsi negatif di masyarakat.
Kerugian yang dialami korban pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Dalam beberapa kasus, korban enggan melapor karena malu atau merasa jumlah kerugian tidak terlalu besar. Padahal, pelaporan penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
•Langkah Pencegahan
Untuk menghindari jebakan serupa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Selalu cek legalitas perusahaan di situs resmi OJK atau regulator terkait.
- Hindari investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.
- Jangan mudah memberikan data pribadi atau mentransfer dana ke rekening tidak jelas.
- Diskusikan dengan keluarga atau pihak yang lebih paham sebelum mengambil keputusan finansial.
- Laporkan segera jika menemukan indikasi penipuan.
