10 Amalan Mulia di Bulan Ramadhan: Jalan Sunyi Menuju Ampunan dan Kemuliaan

Amalan Ramadhan
10 Amalan Mulia di Bulan Ramadhan Foto : chatgpt
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Ramadhan selalu hadir membawa nuansa yang berbeda. Ia bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, melainkan musim kebaikan yang membuka pintu ampunan selebar-lebarnya. Di bulan inilah umat Islam diuji sekaligus dimuliakan. Setiap detik memiliki nilai ibadah, setiap kesempatan menyimpan pahala berlipat. Agar tidak berlalu begitu saja, ada sejumlah amalan utama yang menjadi penopang kemuliaan Ramadhan.

1. Berpuasa dengan Penuh Keikhlasan

Puasa adalah inti dari Ramadhan. Ia bukan hanya menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga menahan hawa nafsu, amarah, dan segala hal yang mengurangi pahala. Puasa yang dijalankan dengan ikhlas akan membentuk karakter sabar, jujur, dan bertakwa. Inilah fondasi utama keberkahan bulan suci.

2. Menghidupkan Malam dengan Shalat Tarawih

Setelah berbuka dan menunaikan shalat Isya, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat tarawih. Ibadah sunnah ini menjadi ciri khas Ramadhan. Masjid-masjid yang biasanya lengang mendadak ramai oleh jamaah yang berdiri, rukuk, dan sujud bersama. Tarawih bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kesungguhan meraih ampunan.

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Baca Juga:Ini Jadwal Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026 Lengkap dengan Tanggal LebaranKapan Penetapan 1 Ramadhan 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat untuk Penentuan Awal Puasa 1447H

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak tilawah menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Banyak umat Islam menargetkan khatam sekali bahkan berkali-kali. Namun bukan hanya membaca, memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an jauh lebih utama agar pesan ilahi benar-benar membumi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Bersedekah dan Berbagi

Sedekah di bulan Ramadhan memiliki nilai istimewa. Memberi makanan untuk berbuka, membantu fakir miskin, atau menyantuni anak yatim menjadi wujud nyata kepedulian sosial. Ramadhan mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial. Tangan yang memberi dengan tulus akan mendapatkan balasan yang tak terduga.

5. Melaksanakan I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir

Memasuki fase akhir Ramadhan, suasana ibadah semakin khusyuk. I’tikaf, yakni berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, menjadi amalan yang dianjurkan. Dengan menjauh dari hiruk-pikuk dunia, seorang Muslim dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak doa, dzikir, dan munajat.

0 Komentar