Kini papan klasemen berbicara lantang. Madrid mengoleksi 60 poin. Barcelona tertahan di 58. Sementara Atlético Madrid menguntit jauh di angka 45.
Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah hasil dari kerja, dari keringat, dari keyakinan yang tak pernah padam. Di musim yang panjang dan penuh jebakan, Madrid menunjukkan satu hal: takhta tak diberikan, ia direbut. Dan malam itu, mereka merebutnya dengan gaya seorang penakluk.
