RADARCIREBON.TV – Manajer Pep Guardiola memberikan komentar blak-blakan setelah Manchester City meraih kemenangan 2-0 atas Salford City dalam laga putaran keempat Piala FA 2026 di Etihad Stadium pada Sabtu malam. Meski hasil itu membawa City maju ke putaran kelima, Guardiola tidak menutupi kekecewaannya terhadap penampilan timnya yang ia nilai tidak memenuhi standar yang ia harapkan dari juara Liga Inggris saat ini.
City membuka skor lebih dulu lewat gol bunuh diri Alfie Dorrington dari Salford pada menit keenam, sebelum Marc Guehi memastikan kemenangan dengan gol pertamanya untuk klub di penghujung laga. Hasil itu cukup bagi City untuk menang tanpa perlu gol tambahan. Namun bagi Guardiola, cara timnya meraih kemenangan jauh dari memuaskan. Ia menggambarkan permainan yang berlangsung sebagai “flat, slow, and not good”—datang, lambat, dan tidak baik—yang membuat laga terasa membosankan meskipun berbuah hasil positif.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Guardiola mengakui bahwa timnya gagal membaca ruang dengan baik saat menyerang, yang berkontribusi pada permainan yang kurang dinamis. “Kami tidak membaca ruang di mana mereka berada,” katanya, menjelaskan bahwa kurangnya penguasaan taktis membuat permainan City terasa lambat dan kurang tajam. Kritik seperti ini dari Guardiola jarang terdengar, karena ia biasanya fokus pada hasil besar tanpa terlalu mencela timnya secara terbuka.
Baca Juga:Andri Ramawi Diperkenalkan Sebagai Pelatih Baru PSIS Arungi Putaran Ketiga Liga IndonesiaMichael Carrick Hadapi Tes Berat di MU: Fokus Liga Inggris & Perbaikan Taktik
Guardiola juga menolak untuk menyalahkan kelelahan atau jadwal padat sebagai alasan performa yang hambar. Meski City telah menjalani jadwal penuh dengan banyak pertandingan dalam beberapa pekan terakhir, ia menegaskan bahwa itu bukan alasan. Menurutnya, timnya tetap memiliki kewajiban untuk menunjukkan kualitas permainan tinggi terlepas dari tekanan fisik atau psikologis kompetisi. Guardiola menegaskan bahwa pemainnya “harus melakukan apa yang harus dilakukan” dan bahwa pertandingan tersebut “tidak bagus”.
Kritik ini muncul di tengah musim di mana Manchester City masih bersaing di berbagai kompetisi termasuk Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA. Performanya di Premier League pun sempat mendapatkan sorotan karena beberapa hasil yang kurang meyakinkan, meski secara keseluruhan City masih tetap kompetitif di papan atas klasemen.
