Proyeksi ini mengikuti pola pemberian THR yang diatur dalam ketentuan sebelumnya: THR diberikan paling lambat 10 hari kerja sebelum hari raya.
Namun, perlu diingat bahwa sampai saat ini belum ada PP atau kebijakan resmi yang menyatakan tanggal pasti pencairan. Pemerintah diperkirakan akan menetapkan ketetapan resminya melalui PP atau surat keputusan dalam beberapa pekan mendatang.
•Komponen THR ASN Tahun 2026
Besaran THR ASN umumnya mencakup beberapa komponen penghasilan yang diterima secara penuh, yakni:
Baca Juga:Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Lebih Awal, Ini Penjelasan Metode Hisab dan Dampaknya bagi UmatSamsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Kamera Lebih Cerdas, Chipset Super Kencang, dan Layar Paling Imersif
- Gaji pokok
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan pangan
- Tunjangan jabatan atau umum
- Tunjangan kinerja (bagi yang menerimanya)
Komponen-komponen inilah yang kemudian ditambahkan sehingga total THR yang diterima bisa bervariasi tergantung golongan, masa kerja, serta tunjangan yang berlaku di masing-masing instansi.
•Perbedaan dengan Pembayaran di Swasta
Pencairan THR ASN berbeda dengan ketentuan pembayaran THR di sektor swasta. Bagi karyawan perusahaan swasta, pembayaran THR diatur oleh Kementerian Ketenagakerjaan dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, yang mewajibkan pemberi kerja membayarkan THR paling lambat 7 hari sebelum hari raya. Jika Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026, perusahaan wajib membayarkan THR paling lambat 14 Maret 2026.
Sementara itu, THR ASN yang pembayarannya ditetapkan oleh pemerintah cenderung mengikuti pola yang berbeda dan umumnya berada lebih awal, dengan tujuan agar penerima dapat memanfaatkan dana tersebut selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
•Dampak Ekonomi dari Pencairan THR ASN
Pencairan THR ASN memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama dalam periode bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Beberapa dampaknya antara lain:
1. Menguatkan daya beli masyarakat
Karena ASN merupakan bagian dari kelompok berpenghasilan tetap, pencairan THR menjelang Hari Raya membantu mereka memenuhi kebutuhan konsumsi, seperti belanja kebutuhan pokok, transportasi mudik, dan lainnya.
2. Mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026
Belanja rumah tangga yang meningkat dapat ikut memberikan stimulus terhadap permintaan barang dan jasa di berbagai sektor ekonomi.
3. Menstabilkan konsumsi masyarakat
Dengan persiapan dana THR yang cukup, risiko konsumsi tertekan karena kebutuhan musiman bisa dikurangi.
•Public Expectation & Tantangan Kebijakan
