Selain THR, anggaran belanja negara kuartal pertama 2026 juga mencakup program percepatan lainnya yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi, investasi, dan perlindungan sosial. Pemerintah juga terus memperkuat proses penerimaan negara melalui kebijakan pendapatan seperti pengumpulan pajak dan bea cukai untuk memastikan landasan fiskal yang kuat di tengah berbagai kebutuhan belanja publik.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan tekad pemerintah untuk menggunakan instrumen belanja negara secara strategis dalam merespons dinamika perekonomian serta kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Bahkan, dengan alokasi THR yang meningkat dibandingkan tahun lalu, langkah ini mencerminkan komitmen negara dalam menjaga kesejahteraan aparatur negara sekaligus menjaga stabilitas konsumsi domestik.
