Kongres X Permahi : Andi Maruli Terpilih Aklamasi, Tegaskan Dukung Kritis Pemerintahan Prabowo–Gibran

Kongres Permahi
Kongres Permahi di Cirebon menetapkan Andi Maruli sebagai ketua umum DPP Permahi Foto : Permahi
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Di tengah denyut Kota Udang yang sarat sejarah pergerakan dan tradisi intelektual, Kongres ke-10 Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) menjadi lebih dari sekadar forum organisasi.

Ia menjelma menjadi panggung konsolidasi gagasan, adu argumentasi, sekaligus penegasan sikap generasi muda hukum terhadap arah bangsa.

Bertempat di Cirebon, para delegasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai penjuru Indonesia sepakat memilih Andi Maruli sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Permahi secara aklamasi.

Baca Juga:DPC Permahi Cirebon Raya Gelar Pembekalan Profesi AdvokatBPJS Gratis Off, PERMAHI Pertanyakan Keberpihakan DPRD dan Pemkab Cirebon

Kesepakatan bulat ini menandai berakhirnya dinamika internal yang sempat mengemuka, sekaligus mengukuhkan satu komando baru untuk periode mendatang.

Mengusung tema “Rekonsiliasi, Penyatuan, dan Transformasi”, kongres ini tidak hanya menjadi ajang seremonial pergantian kepemimpinan. Ia menjadi momentum refleksi: ke mana arah gerak mahasiswa hukum di tengah konstelasi politik nasional yang kian kompleks?

Dalam penyampaiannya, Andi Maruli langsung memosisikan Permahi secara tegas terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan itu bukan basa-basi politik, melainkan garis sikap organisasi.

Menurutnya, Permahi mendukung kebijakan pemerintah sepanjang berpihak kepada kepentingan rakyat. Namun, dukungan tersebut tidak bersifat membabi buta.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga tetap memberikan kritik agar pelaksanaannya tetap terkontrol dan berpihak kepada masyarakat,” tegas Andi, Minggu (17/2/2026).

Sikap “dukung-kritis” ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa hukum. Di satu sisi, stabilitas pemerintahan perlu dijaga. Di sisi lain, fungsi kontrol terhadap kekuasaan tidak boleh dilepaskan. Dalam negara hukum, kritik bukan ancaman melainkan vitamin demokrasi.

Di hadapan peserta kongres, Andi juga mengingatkan bahwa integritas adalah fondasi utama kader hukum.

Baca Juga:BPJS PBI Nonaktif, DPRD Kabupaten Cirebon Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap DilayaniIni Syarat Persib Lolos 16 Besar ACL2, Wajib Menang Selisih 4 Gol

“Banyak orang pintar, tetapi belum tentu memiliki integritas. Itulah yang ingin kami tanamkan kepada kader Permahi sesuai amanat para pendiri,” ujarnya.

Bagi sebagian peserta, itu bukan sekadar retorika, melainkan pengingat keras bahwa kecerdasan tanpa moral hanya akan melahirkan krisis baru dalam penegakan hukum.

Didirikan pada 1971 dan dipatenkan secara resmi pada 1982, Permahi telah lama dikenal sebagai organisasi mahasiswa hukum yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. Fokus gerakannya mencakup advokasi, pendidikan, dan pelatihan kader hukum.

0 Komentar