RADARCIREBON.TV – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Islam mulai mempersiapkan diri dengan memahami kembali bacaan niat puasa dan doa berbuka yang benar. Dua amalan ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga waktu Maghrib tiba.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Secara syariat, niat cukup dihadirkan di dalam hati. Namun, banyak ulama memperbolehkan melafalkannya agar hati lebih mantap dalam menjalankan ibadah.
Berikut lafal niat puasa Ramadhan yang umum dibaca:
Lafal Latin:Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Baca Juga:Update Klasemen BRI Super League 2025/2026 Pekan Ke-21 Terbaru: Persaingan Papan Atas Makin SengiPrediksi Persib Bandung vs Ratchaburi Leg 2 ACL 2: Misi Sulit Maung Bandung Kejar Defisit 3 Gol di GBLA
Artinya:“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Penjelasan mengenai niat puasa ini juga banyak disosialisasikan oleh BAZNAS sebagai bagian dari edukasi keislaman kepada masyarakat. Selain niat harian, sebagian ulama juga membolehkan niat untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan sebagai langkah antisipasi jika suatu malam lupa memperbarui niat.
Doa Buka Puasa Ramadhan
Saat waktu Maghrib tiba, umat Islam disunnahkan untuk segera membatalkan puasa. Terdapat dua versi doa berbuka yang populer di Indonesia.
Versi pertama yang banyak dikenal berbunyi:
Lafal Latin:Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya:“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Selain itu, terdapat doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan sering disebut lebih kuat dari sisi sanad:
Lafal Latin:Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Persib vs Ratchaburi di Leg 2 ACL 2: Maung Bandung Siap Tempur di GBLAHasil Undian Babak 16 Besar Piala FA 2025/2026: Newcastle vs Man City Jadi Sorotan
Artinya:“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Edukasi mengenai tata cara berbuka puasa juga kerap disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia, termasuk anjuran menyegerakan berbuka ketika adzan Maghrib berkumandang dan memulainya dengan yang manis atau air putih.
Dengan memahami bacaan niat dan doa berbuka secara benar, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026 dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan sunnah. Kesempurnaan ibadah tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pada ketepatan niat dan doa yang menyertainya.
