Keberadaan sejumlah bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran sekunder Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, diduga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan jalan Kanci-Sindanglaut kerap dilanda banjir.
Keberadaan sejumlah bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran sekunder Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, diduga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan jalan Kanci-Sindanglaut kerap dilanda banjir. Tak hanya bangli, sebagian warga juga menutupi bagian saluran dengan beton untuk digunakan sebagai area parkiran maupun tempat usaha.
Akumulasi sampah yang tersangkut di bawah struktur bangunan tersebut membuat laju aliran air terhambat, sehingga air meluap hingga ke jalan poros dan mengganggu lalu lintas.
Baca Juga:Prestasi SMK Muhammadiyah Lemahabang Diajang Olimpicad – VideoPantai Imut Jongor Destinasi Wisata Baru – Video
Permasalahan ini membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk menertibkan bangunan liar yang ada. Penanganan tidak dapat dilakukan secara sepihak karena menyangkut hajat hidup masyarakat yang menggunakan area tersebut.
Plt Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, membenarkan adanya hubungan antara keberadaan bangli dengan seringnya banjir di ruas jalan, meskipun faktor penyebab banjir tidak hanya berasal dari kondisi saluran sekunder di sepanjang jalan Kanci-Sindanglaut. Namun, keberadaan bangunan liar di atas saluran menjadi salah satu pemicu utama tersendatnya fungsi saluran drainase.
Plt Camat Astanajapura berharap ada solusi untuk menangani permasalahan bangli-bangli yang banyak tersebar di sepanjang saluran Kanci-Sindanglaut.