RADARCIREBON.TV – Menjelang laga hidup-mati babak 16 besar AFC Champions League Two 2025–26 kontra Ratchaburi FC, suasana berbeda terasa di Graha Persib Bandung, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, Selasa (17/2/2026).
Bukan hanya strategi dan taktik yang dipersiapkan, tetapi juga kekuatan spiritual yang diyakini mampu mengangkat mental bertanding para pemain.
Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Um Kota Bogor datang bersilaturahmi sekaligus mendoakan Dedi Kusnandar dan rekan-rekannya agar mampu membalikkan keadaan dan melangkah ke perempat final kompetisi Asia tersebut. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan simbolis, tetapi bentuk dukungan moral yang sarat makna.
Baca Juga:Leg Kedua Persib vs Ratchaburi : Misi Nyaris Mustahil Persib Untuk Lolos Fase BerikutnyaPrediksi Persib vs Ratchaburi FC Leg 2 ACL Two, 18 Februari 2026: Peluang Lolos Masih Terbuka
Dipimpin KH. Herman Sudrajat S.Ag., rombongan santri disambut hangat manajemen klub. Para santri berkesempatan mengenal lebih dekat klub kebanggaan Jawa Barat itu, mulai dari mengunjungi PERSIB Store hingga berkeliling menggunakan Bandros “Jalan-jalan PERSIB (Jajap)”. Momentum ini menjadi jembatan emosional antara dunia pesantren dan dunia sepak bola profesional.
“Tentu ini silaturahmi yang kami harapkan membawa keberkahan, bukan hanya bagi para santri, tetapi juga bagi PERSIB agar meraih kemenangan dan melangkah lebih jauh di Asia. Bahkan kami berdoa semoga PERSIB juga bisa menjadi juara Super League,” ujar KH. Herman.
Pernyataan tersebut bukan sekadar doa kosong. Dalam tradisi pesantren, doa selalu berjalan beriringan dengan usaha. Nilai itulah yang coba ditanamkan kepada para pemain: bahwa kerja keras di lapangan akan terasa lebih kuat ketika dibingkai keyakinan dan doa.
Vice President of Operations PT PERSIB Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut. Ia menyebut dukungan para santri menjadi energi tambahan menjelang pertandingan krusial.
“Alangkah bangga dan bahagianya PERSIB bisa dikunjungi santri-santri Ponpes Al-Um. Terima kasih atas doa dan dukungannya. Kami mohon doa agar besok bisa menang dan menghadirkan kebanggaan,” ujarnya.
Andang menegaskan, tim tidak hanya mempersiapkan aspek teknis, tetapi juga mental dan spiritual. Para pemain berikhtiar maksimal di lapangan, sementara manajemen dan pendukung menguatkan dari belakang. “Kami menyadari, sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah SWT,” tambahnya.
