Kronologis Kartu Merah Uilliam Barros: Main Dengan Semangat Tinggi, Takel Lawan Dari Belakang

Uilliam Barros
Foto: Instagram pribadi Uilliam Barros.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Laga hidup mati antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC pada leg kedua 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), Rabu (18/2), menyisakan satu momen krusial yang hingga kini masih menjadi perbincangan: kartu merah langsung untuk Uilliam Barros.

Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib sejatinya tampil penuh determinasi. Tertinggal agregat 0-3 dari pertemuan pertama, Maung Bandung langsung menekan sejak menit awal. Intensitas tinggi, pressing agresif, dan distribusi bola cepat menjadi ciri permainan tim tuan rumah.

Tekanan itu akhirnya berbuah hasil pada menit ke-40. Tendangan kaki kiri Andrew Jung menembus gawang Ratchaburi dan membakar semangat ribuan Bobotoh di tribun. Skor 1-0 membuat asa comeback kembali menyala.

Namun, di tengah momentum kebangkitan itulah insiden terjadi.

Detik-detik Pelanggaran

Baca Juga:Persib Tersingkir Dari ACL 2, Kalah Agregat 3-1, Kartu Merah Uilliam Barros Jadi Penyebab UtamaLive Skor Persib Vs Ratchaburi Menit 87, Skor Masih 1-0, Andre Jung Ditarik, Layvin Kurzawa Nyaris Cetak Gol

Menjelang akhir babak pertama, bola liar mengarah ke sisi kanan pertahanan Persib. Jonathan Khemdee mencoba menguasai dan membangun serangan balik cepat untuk Ratchaburi. Uilliam Barros yang berada tak jauh dari situ langsung melakukan sprint untuk menutup ruang.

Dalam situasi sepersekian detik, Barros memutuskan melakukan tekel dari belakang. Niatnya jelas: menghentikan potensi serangan berbahaya. Namun eksekusi yang kurang presisi membuat kaki Barros justru menghantam bagian betis Khemdee.

Suara benturan terdengar jelas. Khemdee terjatuh sambil meringis kesakitan. Para pemain Ratchaburi langsung mengangkat tangan meminta tindakan tegas.

Tanpa ragu, wasit Al Shamrani asal Arab Saudi berlari mendekat. Ia berdiri tepat di atas lokasi pelanggaran, memanggil Barros, lalu mengeluarkan kartu merah langsung dari sakunya.

GBLA mendadak hening sebelum akhirnya bergemuruh protes.

Pemain Persib berkerumun. Mereka meminta agar insiden tersebut ditinjau melalui VAR. Argumen yang disampaikan sederhana: tekel terjadi dalam upaya merebut bola, bukan dengan niat mencederai.

Namun Al Shamrani tak bergeming. Ia memberi isyarat tegas bahwa keputusan sudah final. Dalam pandangannya, tekel dari belakang dengan kontak keras ke betis termasuk kategori pelanggaran serius yang membahayakan keselamatan pemain lawan.

Keputusan itu mengubah arah pertandingan secara drastis. Ratchaburi terlihat lebih berhati-hati dan sesekali mengandalkan serangan balik. Dengan keunggulan 1-0, tekanan psikologis mulai beralih ke tim tuan rumah.

0 Komentar