RADARCIREBON.TV – PSM Makassar akhirnya memberikan pernyataan resmi setelah salah satu pemain muda mereka, Ricky Pratama, dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus kekerasan terhadap kekasihnya. Laporan itu dilayangkan oleh seorang perempuan berinisial AD ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 15 Februari 2026, setelah insiden dugaan penganiayaan yang disebut terjadi beberapa hari sebelumnya pada 6 Februari 2026 di sebuah indekos di Makassar.
Manajemen klub langsung merespons kabar tersebut dengan memanggil Ricky untuk dimintai penjelasan secara internal. Hal ini disampaikan oleh Media Officer PSM, Sulaiman Karim, yang mengatakan bahwa pihak klub telah mengetahui adanya laporan yang beredar dan mengambil langkah awal dengan mengajak pemain itu berdiskusi tentang kejadian yang menjadi sorotan publik.
PSM Makassar menjelaskan bahwa persoalan ini dianggap sebagai urusan pribadi antara pemain dengan pihak yang melaporkannya. Karena itu klub memilih tidak mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pihak klub juga memberi kesempatan kepada Ricky untuk mengikuti proses hukum tanpa tekanan dari pihak luar.
Baca Juga:Update Harga Perak Hari Ini 17 Februari 2026, Ini Rincian Lengkap Per Gram hingga 1 KgHarga Emas Pegadaian 17 Februari 2026: UBS, dan Galeri24 Turun, Cek Rinciannya!
Menurut pernyataan klub, mereka akan memantau perkembangan proses hukum dari waktu ke waktu dan tetap berpegang pada prinsip kepastian hukum agar tidak ada informasi yang keliru berkembang di masyarakat. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa PSM tidak akan mencampuri proses hukum karena masalah ini terjadi di luar urusan klub.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena Ricky Pratama adalah pemain yang bukan hanya dikenal di level klub, tetapi juga pernah memperkuat timnas Indonesia pada kelompok usia. Publik semakin ramai membicarakan insiden ini setelah unggahan di media sosial yang mengaitkan dirinya dengan dugaan kekerasan tersebut viral. Korban disebut mengalami luka fisik dan ancaman saat kejadian berlangsung, yang kemudian memicu pelaporan resmi ke polisi.
Pihak kepolisian sampai saat ini masih mendalami laporan tersebut dengan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi. Sementara itu, hingga berita ini dirilis belum ada penjelasan langsung dari Ricky Pratama sendiri terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pola penanganan kasus ini akan tetap mengikuti mekanisme hukum yang berlaku agar prosesnya adil dan transparan.
