Situasi ini pun mengundang reaksi luas di kalangan fans dan media olahraga. Banyak pihak yang sepakat bahwa dukungan suporter sejatinya harus disalurkan dengan cara yang menghormati peraturan stadion dan keselamatan publik, terutama dalam pertandingan internasional seperti ACL 2. Video dan rekaman insiden kericuhan ini juga menjadi pembahasan di berbagai platform media sosial dan berita olahraga, semakin menegaskan pentingnya disiplin suporter.
Meski kecewa, Hodak menegaskan bahwa fokus timnya kini akan kembali diarahkan ke kompetisi domestik BRI Super League 2025/26 dan upaya memperbaiki performa secara keseluruhan. Kekecewaan atas ulah suporter ini juga menjadi pesan agar tidak terulang di laga-laga berikutnya, terutama dalam pertandingan yang sarat tekanan dan ekspektasi tinggi seperti penampilan Maung Bandung di kancah Asia.
Secara keseluruhan, reaksi keras dari pelatih Persib itu mencerminkan perpaduan antara penghargaan terhadap dukungan besar mayoritas Bobotoh dan kekesalan atas dampak negatif dari sebagian kecil oknum yang melakukan kericuhan — sebuah peringatan bahwa dukungan suporter harus disalurkan secara positif dan menghormati aturan pertandingan internasional.
