Jangan Lupa Doa Niat Puasa, Berikut Doa Niat Puasa Dalam Enam Versi

Waktu sahur Ramadhan
Waktu Terbaik dan Batas Akhir Makan Sahur Sebelum Subuh. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Malam terasa lebih hidup, masjid lebih ramai, dan doa-doa mengalun lebih khusyuk. Namun di balik semangat sahur dan berbuka, ada satu hal mendasar yang tak boleh terlewat: niat.

Dalam pandangan Mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan di malam hari sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar. Tanpa niat, puasa Ramadhan tidak sah. Niat bukan sekadar formalitas lisan, melainkan tekad dalam hati untuk menunaikan kewajiban karena Allah SWT.

Hal ini ditegaskan oleh Ustadz Alhafiz Kurniawan dari Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, yang menjelaskan bahwa pelafalan niat sangat dianjurkan untuk membantu menghadirkan kesadaran batin, meski yang terpenting tetaplah niat di dalam hati.

Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1447 H Wilayah Jakarta Selama SebulanMengapa Salat Tarawih Sangat Istimewah? Inilah Keutamaan di Bulan Suci Ramadhan

Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan keikhlasan. Dan semua itu dimulai dari satu kalimat sederhana yang diucapkan sebelum fajar menyingsing.

Berikut beberapa redaksi niat puasa Ramadhan yang diriwayatkan dalam berbagai kitab fikih dan bisa diamalkan. Semuanya sah selama memenuhi unsur niat puasa wajib karena Allah SWT.

1. Lafal dari Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

Artinya: Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.

2. Lafal dari Hasyiyatul Jamal dan Irsyadul Anam

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

Artinya: Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.

3. Lafal dari Asnal Mathalib (Redaksi Pertama)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta‘ālā

Baca Juga:Anthony Gordon Mengamuk, Cetak Empat Gol, Bawa Newcastle Atasi Qarabag FK 6-1Como 1907, Asuhan Cesc Fabregas, Kisah Dongeng Baru Dari Italia

Artinya: Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.

4. Lafal dari Asnal Mathalib (Redaksi Kedua)

0 Komentar