RADARCIREBON.TV – Menjelang laga pekan ke-22 Super League 2025/26 yang akan mempertemukan Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya, klub asal Jawa Tengah itu mengambil keputusan tegas dengan mengganti pelatih kepala tim utama sebagai langkah strategis memperbaiki performa tim yang sedang berada dalam tekanan di papan bawah klasemen.
Manuver ini dilakukan di tengah musim kompetisi yang semakin kompetitif, ketika Laskar Kalinyamat tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Persijap tampak ingin memberi tantangan baru dan suntikan semangat pada pemain melalui perubahan dalam jabatan pelatih, menyusul hasil kurang memuaskan sebelumnya. Keputusan ini juga menunjukkan keseriusan manajemen dalam memastikan tim memiliki arah perkembangan yang lebih baik dalam jangka panjang.
Dalam perombakan struktural ini, Persijap mengambil langkah yang cukup berani dengan menukar peran antara dua tokoh sentral dalam staf teknis mereka—Mario Lemos dan Divaldo Alves. Sebelumnya, Divaldo Alves menjabat sebagai pelatih kepala, sementara Mario Lemos bertindak sebagai direktur teknik klub. Kini, peran tersebut dibalik: Mario Lemos ditunjuk kembali sebagai pelatih utama, sedangkan Divaldo Alves akan mengemban tugas sebagai direktur teknik di bawah struktur baru.
Baca Juga:Michael Carrick dan 5 Duel Penentu Nasibnya di Manchester United Musim IniPrediksi Skor Persik Kediri vs Bhayangkara FC di BRI Super League Pekan 22
Manajemen klub menjelaskan bahwa pergantian ini bukan sekadar respons cepat terhadap hasil yang mengecewakan, tetapi bagian dari strategi manajemen yang terencana untuk mengembalikan performa Persijap ke jalur yang lebih kompetitif. Langkah ini diharapkan bisa memberi efek psikologis dan taktis yang positif menjelang pertandingan penting melawan Persebaya, tim yang dikenal memiliki ambisi kuat di papan atas liga.
Sejauh ini, perjalanan Persijap di Super League musim 2025/26 tidak mulus. Tim ini sering mengalami kesulitan dalam meraih kemenangan dan hingga pekan ke-21 masih terperosok di posisi rendah klasemen, yang secara statistik menunjukkan tim berada dalam zona degradasi dan harus segera berbenah jika ingin bertahan di kompetisi kasta tertinggi.
Dengan kembali menempatkan Mario Lemos di kursi pelatih kepala, Persijap berharap Winger tim ini bisa tampil lebih terorganisir, agresif, dan memiliki skema permainan yang lebih matang menghadapi lawan-lawan berat. Sebelumnya, Lemos pernah memimpin tim ini, tetapi sempat dialihkan dari peran tersebut karena beberapa faktor performa. Kini, keputusannya kembali sebagai pelatih dipandang sebagai langkah penting demi mengejar hasil positif.
