Sementara itu, Divaldo Alves, mantan pelatih kepala, akan fokus pada direktif teknis, termasuk pengembangan filosofi permainan, serta sinkronisasi strategi dari level tim utama ke tingkatan pembinaan usia dini. Keberadaan Alves sebagai direktur teknik diharapkan memberi kestabilan dalam struktur pelatih dan memberi persiapan jangka panjang bagi Persijap.
Perubahan ini sekaligus mencerminkan kondisi Persijap yang berada di titik penting dalam musim 2025/26, di mana setiap keputusan bisa berimplikasi besar terhadap nasib tim di klasemen akhir. Duel melawan Persebaya Surabaya — yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara — menjadi ujian pertama bagi perubahan strategi ini. Lawan yang satu ini bukan lawan mudah, tetapi dengan motivasi besar untuk menang serta dukungan suporter di kandang sendiri, Persijap berharap bisa mendapatkan momentum baru.
Secara keseluruhan, pergantian pelatih yang dilakukan Persijap bukan sekadar perubahan kosmetik — melainkan bagian dari ambisi mereka untuk keluar dari tekanan degradasi dan memperkuat fondasi klub agar tetap bersaing di kancah kompetisi sepak bola Indonesia.
