RADARCIREBON.TV – Pada Rabu malam tanggal 18 Februari 2026, pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, berakhir dengan kejadian yang menjadi sorotan luas. Meski Persib menang 1-0 berkat gol Andrew Jung, agregat 1-3 tetap memastikan Ratchaburi lolos ke perempat final kompetisi antarklub Asia tersebut. Usai peluit akhir pertandingan dibunyikan, suasana yang awalnya punya atmosfer luar biasa berubah tegang karena insiden masuknya sejumlah suporter ke dalam lapangan.
Pelatih Worrawoot Srimaka, mantan striker dan legenda sepak bola Thailand yang kini memimpin Ratchaburi FC, ikut memberikan tanggapan atas kejadian itu. Ia mengaku tidak terlalu terkejut dengan semangat fanatik suporter Indonesia yang memenuhi GBLA, karena selama kariernya ia pernah bermain di stadion yang dipenuhi ratusan ribu penonton. Namun, ia tetap menyesalkan ulah segelintir oknum yang melakukan pitch invasion setelah pertandingan usai. Sebagai pelatih dari tim tamu, ia menilai tindakan demikian dapat mencederai citra suporter yang selama ini dikenal kuat dan bersemangat di Indonesia.
Menurut Worrawoot, atmosfer dukungan yang diciptakan Bobotoh sepanjang pertandingan memang luar biasa dan menjadi tekanan tersendiri bagi tim tamu. Ia bahkan memuji suasana luar biasa yang jarang ditemui di stadion Thailand, namun kecewa ketika beberapa suporter turun ke lapangan karena kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit. Ia mengingat kembali masa lalu saat masih menjadi pemain, khususnya momen-momen keras yang ia temui termasuk di turnamen besar seperti SEA Games 1997, dan menyatakan bahwa apa yang terjadi di Bandung kini terasa bahkan lebih brutal dari pengalaman masa itu.
Baca Juga:Meski Tersingkir di Babak 16 Besar ACL 2, Persib Bandung Tetap Bawa Pulang Bonus Fantastis dari AFCKomentar Allano Lima Soal Rivalitas Persija dan Persib, 13 Laga Tersisa Jadi Penentu Gelar
Insiden pitch invasion Bobotoh itu sendiri terjadi tak lama setelah peluit panjang berbunyi. Beberapa suporter mencoba memasuki area lapangan dan mendekati lorong keluar-masuk pemain. Dalam kejadian tersebut, beberapa botol dan kerusakan kursi panitia dilaporkan terjadi sebelum aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi kembali. Hal ini memaksa pihak Ratchaburi untuk memastikan keselamatan para pemain dan ofisial mereka hingga mereka dapat keluar dari stadion dengan aman.
