United tentu paham momentum. Membeli saat harga tertekan adalah seni tersendiri dalam bisnis sepak bola.
Semua rencana ini bergantung pada satu hal: Liga Champions. Tanpa kompetisi elit Eropa, dana £200 juta bisa saja menyusut drastis. Tidak ada manajemen modern yang ingin berjudi tanpa pemasukan tambahan dari hak siar dan sponsor.
Namun jika lolos, pesan yang ingin disampaikan jelas: United tidak mau lagi sekadar bersaing untuk empat besar. Mereka ingin kembali menjadi ancaman serius.
Baca Juga:Manchester United Sempurna Bersama Michael Carrick, Tantangan Besar Menanti di Depan MataPerburuan Gelar Dimulai: Jadwal Lengkap Manchester United di Premier League 2025/2026
Dan mungkin, untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, arah perencanaan terlihat lebih sistematis kombinasi antara pemain matang seperti Gordon dan prospek jangka panjang seperti Mane.
Apakah ini awal kebangkitan atau sekadar siklus optimisme tahunan khas Old Trafford? Jawabannya akan terlihat bukan dari rumor, melainkan dari tanda tangan di atas kertas dan performa di lapangan.
Satu hal yang pasti: jika cek senilai €100 juta benar-benar melayang, musim panas 2026 akan menjadi panas bukan hanya karena matahari Inggris, tetapi karena ambisi yang kembali menyala di Theatre of Dreams.
