Misi Mustahil Juventus di Liga Champions: Luciano Spalletti Ibaratkan Peluang Lolos Seperti Mendaki Gunung

Luciano Spalletti
Misi Mustahil Juventus di Liga Champions: Luciano Spalletti Ibaratkan Peluang Lolos Seperti Mendaki Gunung. (Foto : Instagram Pribadi @lucianospalletti)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Juventus menghadapi tantangan berat untuk melangkah ke babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 setelah menelan kekalahan telak pada leg pertama play-off. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengibaratkan peluang timnya untuk lolos seperti mendaki gunung yang terjal.

Kekalahan 2-5 dari Galatasaray pada pertemuan pertama di Istanbul membuat posisi Juventus berada dalam tekanan besar. Pada leg kedua nanti, klub berjuluk Bianconeri tersebut harus meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol hanya untuk memaksakan perpanjangan waktu. Jika ingin memastikan tiket ke fase berikutnya secara langsung, Juventus wajib menang setidaknya dengan skor 4-0.

Spalletti mengakui situasi yang dihadapi timnya tidak mudah. Ia menegaskan bahwa Juventus harus bertanggung jawab atas hasil buruk di leg pertama dan segera menunjukkan reaksi nyata di pertandingan berikutnya. Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya melalui pernyataan, melainkan harus dibuktikan lewat performa di lapangan.

Baca Juga:Wayne Rooney Sanjung Michael Carrick Setinggi LangitBrace Koopmeiners Tak Cukup Selamatkan Juventus dari Amukan Galatasaray di Liga Champions

Pelatih asal Italia itu menekankan bahwa timnya masih memiliki kesempatan untuk bangkit meskipun peluang terbilang kecil. Ia menilai seluruh pemain harus menunjukkan komitmen penuh dan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya.

Spalletti juga menyoroti besarnya pertaruhan yang dihadapi Juventus pada leg kedua nanti. Selain menjaga peluang di kompetisi elite Eropa, tim juga memiliki tanggung jawab besar terhadap suporter, klub, dan kota Turin. Ia berharap para pemain mampu memperlihatkan karakter kuat serta mentalitas juara saat tampil di laga penentuan.

Pada pertandingan leg pertama, Juventus sebenarnya sempat menunjukkan performa cukup menjanjikan pada awal laga. Namun, penampilan mereka menurun drastis setelah jeda pertandingan. Spalletti menilai timnya kehilangan konsistensi dan gagal menjaga keseimbangan permainan, yang akhirnya dimanfaatkan lawan untuk mencetak sejumlah gol tambahan.

Ia bahkan menyebut kekalahan tersebut sebagai kemunduran besar bagi timnya. Menurut Spalletti, performa Juventus bukan sekadar langkah mundur biasa, melainkan penurunan signifikan yang harus segera diperbaiki jika ingin bersaing di level tertinggi Eropa.

Selain itu, keputusan pergantian pemain dan banyaknya kartu yang diterima tim juga menjadi sorotan sang pelatih. Ia menilai situasi tersebut semakin memperumit kondisi tim, terutama ketika pemain tidak mampu membaca potensi bahaya di lapangan.

0 Komentar