Revitalisasi Pasar Lemahabang Kulon membutuhkan dana sebesar lima belas miliar, namun hingga kini masih belum ada tanda-tanda pasar akan dibangun ulang dalam waktu dekat.
Pemerintah Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, memprediksi butuh anggaran hingga lima belas miliar rupiah untuk merevitalisasi pasar tradisional pascainsiden kebakaran. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pasar tradisional akan dibangun dalam waktu dekat.
Untuk solusi jangka pendek, Pemerintah Desa Lemahabang Kulon membangun dan menyediakan pasar darurat yang masih dalam satu kawasan dengan pasar lama. Agar pedagang bisa tetap berjualan, terlebih menjelang momen besar bulan puasa dan Lebaran Idulfitri.
Baca Juga:Pemantauan Hilal 1 Ramadan Di Pantai Baro Gebang – VideoPantai Baro Gebang Belum Ideal Dalam Memantau Objek Langit – Video
Kuwu Lemahabang Kulon, Rudiana, menjelaskan Pemerintah Desa saat ini masih mencari investor atau pengembang untuk merevitalisasi pasar, kendati berharap besar adanya bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat untuk merealisasi pembangunan ulang pasar tradisional secara permanen.
Sementara, Kuwu Lemahabang Kulon juga menekankan agar revitalisasi pasar yang masih dalam perencanaan tidak membebankan pedagang, terlebih pascainsiden kebakaran banyak pedagang yang mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah. Revitalisasi pasar tradisional akan menjadi prioritas utama agar ekonomi di pasar tradisional ini kembali bergeliat.