Siap-siap Sambut Internet Murah, WIFI Launching Internet Rakyat Harga Paling Murah

Internet Rakyat (IRA)
Cara Daftar Internet Rakyat yang Banyak Bikin Orang Keliru, Panduan Lengkap Pra-Registrasi IRA 2025. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Setelah melalui fase uji kelayakan dan resmi mengantongi izin operasional, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) langsung tancap gas. Kamis (19/2), perseroan meluncurkan layanan Internet Rakyat (IRA) secara komersial, sebuah langkah agresif yang berpotensi mengubah wajah akses internet rumah di Indonesia.

IRA diklaim sebagai layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz pertama di dunia yang terintegrasi dengan backbone fiber milik perusahaan. Artinya, jaringan nirkabel generasi terbaru ini tidak berdiri sendiri, melainkan diperkuat infrastruktur serat optik nasional yang telah dibangun sebelumnya.

Bagi masyarakat, pesan yang paling mengena tentu soal harga. Dengan banderol maksimal Rp147 ribu per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps, WIFI melempar tantangan terbuka ke pasar fixed broadband yang selama ini didominasi tarif lebih tinggi. Tanpa biaya instalasi dan tanpa sewa modem, IRA mencoba memotong hambatan awal yang kerap membuat calon pelanggan berpikir dua kali.

Baca Juga:Kemkomdigi Menyalurkan 6 Unit Internet Satelit Starlink Gratis di Bencana SumatraCara Daftar Internet Rakyat yang Banyak Bikin Orang Keliru: Panduan Lengkap Pra-Registrasi IRA 2025

Direktur WIFI, Shannedy Ong, menegaskan bahwa IRA bukan lagi sekadar wacana.

“IRA, Internet Rakyat bukan lagi konsep. Dengan target 5.500 site aktif pada 2026 dan arah yang jelas untuk menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan, kami menghadirkan fixed broadband 5G yang terjangkau mulai hari ini,” tegasnya.

WIFI tidak bermain setengah hati. Perseroan membidik lebih dari 5 juta pelanggan di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. Targetnya konkret: 5.500 site jaringan aktif hingga 2026.

Langkah ini bukan gerakan spontan. Program IRA telah dirancang sejak dua tahun lalu dan dijadwalkan meluncur pada kuartal I 2026. Artinya, peluncuran Februari ini sesuai dengan roadmap yang telah dipatok.

Sepanjang 2025, perusahaan sibuk menjalin kolaborasi dengan mitra global kelas dunia seperti Qualcomm, Huawei, Orex Sai, dan FiberHome. Kemitraan ini menjadi fondasi teknis sekaligus sinyal bahwa IRA tidak dibangun dengan pendekatan coba-coba.

Jika eksekusi berjalan sesuai rencana, IRA berpotensi mempercepat penetrasi internet berkecepatan tinggi di kawasan yang selama ini belum terlayani optimal oleh fiber to the home.

Menariknya, euforia peluncuran belum sepenuhnya tercermin di pasar modal. Saham WIFI dibuka di level Rp2.630 dan sempat melemah 0,4 persen ke Rp2.550 pada pukul 11.17 WIB.

0 Komentar