RADARCIREBON.TV – Persib Bandung memilih untuk segera mengalihkan seluruh energinya ke ajang BRI Super League 2025/26 setelah langkahnya di kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2) musim ini terhenti di babak 16 besar. Keputusan itu muncul tidak lama setelah skuad Maung Bandung gagal menembus perempat final kompetisi Asia meski berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas wakil Thailand Ratchaburi FC dalam leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026).
Pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa klub tidak ingin terlalu lama terjebak dalam kekecewaan akibat eliminasi di kompetisi Asia. Menurutnya, kekalahan agregat 1-3 atas Ratchaburi tetap menjadi pelajaran. Hasil kurang ideal pada laga pertama di kandang lawan menjadi faktor utama tersingkirnya Persib dari ACL 2.
“Sekarang kami fokus 100% pada liga,” ujar Hodak kepada wartawan, menegaskan sikap tim untuk segera bangkit dan memusatkan perhatian pada kompetisi domestik.
Baca Juga:Tanpa Frimpong dan Bradley, Arne Slot Bingung Menentukan Bek Kanan Liverpool Kontra ForestBRI Super League 20-23 Februari 2026: Persija Vs PSM Jadi Sorotan di Pekan ke-22
Langkah Persib untuk segera alihkan fokus ke BRI Super League bukan tanpa alasan. Di pentas liga domestik, Maung Bandung saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan koleksi 47 poin dari 20 pertandingan, unggul tipis dari pesaing terdekat seperti Borneo FC di posisi kedua.
Kondisi ini memberi peluang besar bagi Persib untuk kembali memperkokoh dominasi mereka di Indonesia. Gairah klub jelas tertuju pada pengejaran hattrick gelar juara — yakni meraih gelar liga domestik tiga musim beruntun, suatu pencapaian yang jarang diraih klub lain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Hodak juga mencatat bahwa padatnya jadwal pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Dalam waktu singkat setelah tersingkir di ACL 2, Persib harus segera kembali menjalani laga BRI Super League.
Ia menyebut bahwa tim akan menghadapi intensitas pertandingan tinggi, termasuk sejumlah laga penting dalam delapan hari ke depan, sehingga fokus dan kesiapan fisik menjadi hal krusial. Dengan penjadwalan yang ketat, strategi rotasi pemain serta pengelolaan tenaga menjadi bagian dari rencana persiapan tim.
Sikap profesional Persib didukung oleh para pemain, seperti Andrew Jung yang menjadi pencetak gol di leg kedua ACL 2 serta sejumlah pemain lainnya yang menunjukkan semangat juang tinggi meski harus bermain dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah yang diperoleh Uilliam Barros. Mereka mengakui kekalahan agregat membuat harapan di kompetisi Asia pupus, tetapi kemenangan tipis menunjukkan bahwa tim tetap memiliki kualitas permainan yang kuat.
