Namun demikian, tim pelatih dan manajemen juga mengingatkan suporter untuk tidak merekam atau menyebarkan sesi latihan, terutama yang berkaitan dengan taktik dan strategi. Official fotografer klub, Taufik Soleh, mengingatkan wartawan dan penonton agar tidak mengambil video atau foto strategi tim karena itu merupakan sesi internal yang sensitif.
Arema FC hanya memiliki waktu persiapan yang relatif singkat untuk melawan Madura United, sehingga latihan awal Ramadan ini sangat berharga. Selain latihan di lapangan, skuad juga menjalani sesi di pusat kebugaran guna menjaga kondisi fisik pemain. Rencananya, tim akan melakukan satu sesi ujicoba lapangan di Madura pada hari Jumat (20 Februari) sebelum pertandingan digelar. Untuk memaksimalkan kondisi fisik dan menghormati ibadah puasa, manajemen memutuskan berangkat malam hari menuju Pamekasan, Madura, supaya waktu siang tetap bisa dipakai berpuasa tanpa terganggu perjalanan panjang.
Keputusan Arema FC untuk tetap berlatih secara teratur di bulan Ramadan dan mengakomodasi kebutuhan rohani serta persiapan profesional tim menjadi cerminan adaptasi yang baik dari klub di tengah padatnya kompetisi. Kehadiran Aremania di sesi latihan juga menunjukkan bahwa dukungan suporter tetap menjadi energi penting bagi tim, bahkan di luar pertandingan resmi. Semangat itu diharapkan membawa motivasi ekstra bagi Singo Edan saat menghadapi tantangan berat di kandang lawan.
