RADARCIREBON.TV – Gemuruh sorak sorai memenuhi arena es di Olimpiade Musim Dingin 2026 yang digelar di Milano Cortina, Italia. Ajang olahraga musim dingin paling bergengsi di dunia ini kembali menyedot perhatian global, menghadirkan persaingan sengit, drama kemenangan, dan kejutan dari para atlet terbaik planet ini.
Namun di tengah hiruk-pikuk kompetisi kelas dunia tersebut, muncul satu pertanyaan yang ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia: adakah wakil Merah Putih yang tampil? Khusus pada cabang hoki es, jawabannya masih mengecewakan. Indonesia kembali belum mampu menembus panggung Olimpiade.
Mengapa Indonesia Belum Tampil di Hoki Es Olimpiade?Ketiadaan Indonesia di cabang hoki es bukan tanpa sebab. Ada sejumlah hambatan besar yang masih menjadi tantangan nyata.
Baca Juga:Kerja Keras Terbayar! Mark McMorris Sabet Emas, Usai Tiga Kali Olimpiade Dapat PerungguDuel Panas di Slopestyle: China Bidik Balas Dendam ke Jepang, Olimpiade Musim Dingin Tambah Panas
Peringkat Dunia Belum MemadaiSaat ini Indonesia berada di peringkat ke-58 dunia versi International Ice Hockey Federation (IIHF). Posisi tersebut belum cukup untuk menembus sistem kualifikasi Olimpiade yang sangat kompetitif dan hanya diisi oleh negara dengan peringkat elite.
Keterbatasan Infrastruktur Es Standar InternasionalSebagai negara tropis, Indonesia menghadapi kendala geografis yang tidak ringan. Arena es berstandar internasional masih sangat terbatas, sehingga pembinaan atlet dan kompetisi domestik belum dapat berkembang optimal.
Fokus Prestasi Masih di Level RegionalDalam beberapa tahun terakhir, perkembangan hoki es nasional lebih terkonsentrasi pada kompetisi regional. Indonesia berhasil menunjukkan dominasi di Asia Tenggara, termasuk mempertahankan medali emas SEA Games. Namun, jarak menuju level dunia masih cukup jauh.
Turnamen Milano Cortina 2026 MemanasMeski tanpa Indonesia, pertarungan hoki es di Italia berlangsung penuh tensi dan drama. Hingga 18 Februari 2026, turnamen telah memasuki babak perempat final dengan duel-duel besar yang menyedot perhatian dunia, termasuk Slovakia melawan Jerman serta Amerika Serikat menghadapi Swedia.
Momen bersejarah juga terjadi di edisi ini dengan kembalinya pemain profesional dari National Hockey League (NHL). Kehadiran para bintang liga terbaik dunia tersebut langsung meningkatkan kualitas permainan, menghadirkan tempo cepat, fisik keras, dan strategi tingkat tinggi yang sempat absen pada edisi sebelumnya.
Di tengah persaingan ketat, negara-negara raksasa hoki es tetap menunjukkan dominasinya. Kanada, Finlandia, dan Swedia kembali difavoritkan sebagai kandidat kuat peraih medali emas. Tradisi panjang, sistem pembinaan matang, serta kedalaman skuad membuat mereka tetap menjadi kekuatan utama di arena es dunia.
