Hingga 18 Februari 2026, turnamen telah memasuki babak perempat final dengan laga-laga besar seperti Slovakia vs Jerman serta Amerika Serikat menghadapi Swedia yang menyita perhatian dunia.
Edisi 2026 juga menandai kembalinya para bintang profesional dari National Hockey League (NHL). Kehadiran mereka meningkatkan kualitas permainan secara signifikan, menghadirkan kecepatan, kekuatan fisik, dan strategi kelas dunia yang memukau penonton.
Negara-negara kuat seperti Kanada, Finlandia, dan Swedia tetap difavoritkan sebagai kandidat peraih emas, berbekal tradisi panjang dan sistem pembinaan yang matang.
Mengapa Indonesia Belum Tampil?
Baca Juga:Dingin Menggigit Milano Cortina 2026: Saat Dunia Berpesta Hoki Es, Mengapa Indonesia Masih Absen?Bukan Sekadar Pesta! Ini Makna Tersembunyi Cap Go Meh 2026 yang Jarang Diketahui
Indonesia masih belum mengirimkan wakil di cabang hoki es karena sejumlah tantangan besar.
• Peringkat Dunia – Indonesia berada di posisi ke-58 dunia menurut International Ice Hockey Federation (IIHF), belum memenuhi standar kualifikasi Olimpiade yang sangat kompetitif.• Keterbatasan Infrastruktur – Sebagai negara tropis, fasilitas arena es berstandar internasional masih terbatas.• Fokus Regional – Prestasi hoki es nasional masih terkonsentrasi di tingkat kawasan, termasuk keberhasilan mempertahankan emas SEA Games.
Absennya Indonesia mencerminkan tantangan nyata, tetapi capaian regional menjadi fondasi penting untuk masa depan. Dengan pembangunan fasilitas, pembinaan berkelanjutan, dan pengalaman kompetisi internasional, peluang Merah Putih tampil di panggung hoki es Olimpiade tetap terbuka.
Kini, dunia menanti: siapa yang akan meluncur menuju sejarah dan menggenggam emas di Milano Cortina? Drama di atas es belum usai tetapi justru baru mencapai puncaknya.
