Menurutnya, sparring itu penting banget buat ngukur kemampuan dan nyusun strategi sebelum pertandingan resmi dimulai.
Sebelum kejuaraan ini, Emilia dan tim juga sudah menjalani program latihan panjang. Latihan fisik dilakukan tiap hari buat jaga stamina, sementara teknik jadi fokus utama karena di anggar, teknik itu penentu segalanya.
Emilia juga sadar persaingan di Asia itu ketat banget. Jepang, Korea, dan China punya level permainan yang tinggi. Tapi bukan berarti Indonesia ciut. Justru mereka makin terpacu.
Baca Juga:Anti Gagal! Contoh Prompt Gemini AI Wanita Berhijab Ala Korea yang Lagi ViralRahasia Prompt Gemini AI Wanita Berhijab Biar Hasilnya Estetik dan Nggak Ngaco
Tantangan lainnya, para atlet juga sedang menjalani puasa. Jadi menjaga daya tahan tubuh alias endurance jadi perhatian ekstra supaya performa tetap stabil saat bertanding.
Soal target pribadi, Emilia nggak muluk-muluk tapi tetap ambisius. Dia berharap bisa bawa pulang medali buat Indonesia. Mau emas, perak, atau perunggu, yang penting bisa berdiri di podium.
Pengalaman Emilia juga bukan kaleng-kaleng. Dia pernah tampil di Islamic Solidarity Games 2025 di Riyadh dan berhasil meraih perunggu. Di Kejuaraan ASEAN Senior di Bali, dia juga sempat tembus babak 64 besar.
Dengan bekal pengalaman dan persiapan yang matang, Emilia dan tim Indonesia optimistis bisa kasih penampilan terbaik dan bersaing di tengah kerasnya persaingan anggar Asia. Sekarang tinggal pembuktiannya di arena.
