RADARCIREBON.TV – Penyerang sekaligus kapten Lautaro Martínez dipastikan harus menepi akibat cedera otot betis serius yang dialaminya dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions 2025/26 kontra Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion, Norwegia. Cedera ini muncul pada menit babak kedua saat Inter Milan sudah tertinggal jauh, memaksa pelatih Cristian Chivu menariknya dari lapangan demi mencegah masalah lebih parah.
Menurut laporan awal dari media Italia, kondisi betis Martínez tampak “cukup serius” dan mengharuskan pemeriksaan medis lanjutan. Bila prediksi waktu pemulihan benar, bintang asal Argentina itu berkemungkinan besar absen hingga satu bulan, yang berarti ia hampir dipastikan tidak tampil pada leg kedua playoff di Giuseppe Meazza serta beberapa pertandingan penting lainnya baik di Eropa maupun di liga domestik.
Hilangnya Martínez tentu menjadi pukulan besar bagi Inter. Pemain berusia 28 tahun ini merupakan mesin gol utama klub musim ini dan juga memimpin daftar pencetak gol Nerazzurri di berbagai kompetisi. Dia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga titik fokus serangan tim serta figur pemimpin lapangan yang sangat penting dalam membangun ritme permainan.
Baca Juga:Jelang Hadapi Persebaya, Persijap Jepara Lakukan Perombakan Pelatih KepalaMichael Carrick dan 5 Duel Penentu Nasibnya di Manchester United Musim Ini
Cedera ini datang pada momen krusial bagi Inter Milan, yang sedang berusaha bangkit setelah kekalahan 1-3 di leg pertama menghadapi Bodo/Glimt. Kekalahan tersebut membuat Nerazzurri dalam situasi sulit menjelang leg kedua, dengan defisit dua gol yang harus dibalik. Tanpa kapten mereka, beban untuk menutup selisih ini menjadi jauh lebih berat, baik secara taktik maupun psikologis bagi skuad Chivu.
Selain pertandingan Eropa, absennya Lautaro juga berisiko membuatnya melewatkan beberapa laga penting Serie A Italia, termasuk menghadapi rival papan tengah dan pertandingan kandang lainnya yang bisa menentukan posisi Inter di klasemen. Jadwal padat yang tersisa berarti setiap absensi pemain kunci dapat berimbas besar pada konsistensi tim.
Kondisi ini otomatis membuka peluang bagi pemain lain untuk mengambil peran lebih besar. Nama seperti Marcus Thuram disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang akan menjadi tulang punggung serangan Inter selama masa absen sang kapten. Peran Thuram di lini depan diprediksi akan menjadi lebih dominan, dengan harapan bisa menggantikan sebagian besar produktivitas gol yang ditinggalkan.
