Selama puluhan tahun, Kakek Yusup, buruh tani di Desa Sindangwangi, menahan benjolan di lehernya karena takut berhenti bekerja dan kehilangan penghasilan. Kini, lewat program TMMD ke-127, TNI memberinya kesempatan operasi gratis, memberi harapan nyata bagi warga kecil yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Setelah hampir 30 tahun menahan benjolan di lehernya, Yusup, warga Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka akhirnya mendapat kesempatan untuk berobat. Kakek yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu kini bisa bernapas lega berkat kepedulian Satgas TMMD ke-127 Kodim 0617/Majalengka.
Benjolan yang didiagnosis sebagai localized swelling mass itu sebenarnya sudah lama disarankan dokter untuk diangkat. Namun, Yusup memilih bertahan karena takut tidak bisa bekerja selama masa pemulihan dan kehilangan penghasilan.
Baca Juga:Karang Taruna Diminta Untuk Inovatif Dan Mandiri – VideoWalikota Tinjau Festival Ramadan Di Jalan Siliwangi – Video
Meski tidak terlalu terasa sakit dan masih bisa mencangkul serta memanjat pohon, ia sering merasa malu saat berada di tengah banyak orang. Dan kini, benjolan seberat sekitar satu kilogram itu akhirnya siap diangkat setelah seluruh biaya operasi ditanggung melalui kegiatan sosial TNI.
Sementara, program TMMD ke-127 di Desa Sindangwangi bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan kesehatan warga kecil seperti Yusup. Semangat kebersamaan yang diusung menjadi bukti bahwa kehadiran negara di desa dapat memberi harapan nyata bagi masyarakat yang selama ini bertahan dalam keterbatasan.