RADARCIREBON.TV – Upaya PSSI untuk mendatangkan talenta keturunan Indonesia kembali menghadapi hambatan setelah Pascal Struijk, bek tangguh yang bermain untuk Leeds United di Premier League, memilih untuk tidak menjalani proses naturalisasi demi memperkuat Timnas Indonesia. Struijk, yang memiliki darah Indonesia dari garis keluarga ibunya, beberapa waktu lalu memang sempat menjadi target besar program naturalisasi PSSI, namun keputusan akhirnya justru mengejutkan banyak pihak.
Struijk merupakan pemain berpengalaman di kompetisi Inggris dan kerap dipuji atas ketangguhan dan konsistensinya sebagai bek tengah. Media Inggris menempatkannya sebagai salah satu transfer terbaik di sejarah klub Leeds United, menegaskan kontribusi pentingnya dalam skuad yang berjuang di kasta utama sepak bola Inggris. Keputusan Struijk untuk fokus pada kariernya di klub mencerminkan prioritas pemain dalam meraih stabilitas dan perkembangan profesional di level tertinggi kompetisi domestik.
Selama beberapa tahun terakhir, PSSI menjalankan program naturalisasi besar-besaran dengan tujuan memperkuat daya saing Timnas Indonesia di kancah internasional. Program ini berhasil mendatangkan sekitar 15 pemain keturunan, yang kemudian memberi kontribusi signifikan — termasuk membantu tim lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dan menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kendati demikian, tidak semua pemain yang diincar akhirnya bersedia mengenakan jersey Garuda.
Baca Juga:Everton Hadapi Manchester United: Evaluasi Peluang & Analisis TaktikSassuolo Hancurkan Hellas Verona 3–0 di Serie A: Berardi Kembali Jadi Pahlawan
Nama Struijk mulai mencuat dalam radar PSSI karena latar belakang keluarganya yang memiliki darah Indonesia. Dukungan kuat dari suporter Indonesia di media sosial bahkan sempat membuat pemain tersebut mempertimbangkan kemungkinan naturalisasi. Struijk sendiri mengakui bahwa ia merasa tersanjung oleh antusiasme itu, dan ia memahami betapa besar kecintaan masyarakat Tanah Air terhadap sepak bola dan keterlibatan para diaspora.
Meski demikian, Struijk menegaskan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah karier klub dan membantu Leeds United dalam upaya bertahan di Premier League. Ia melihat fokus membangun performa kompetitif bersama klub sebagai langkah paling realistis dalam perjalanan kariernya, terutama karena liga Inggris menawarkan tantangan tingkat tinggi yang bisa mengasah kualitasnya sebagai bek profesional.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas bahwa meskipun keberadaan pemain keturunan seperti Struijk dapat menjadi aset besar bagi tim nasional Indonesia, proses naturalisasi tetap bergantung pada pilihan pribadi pemain bersangkutan. Keputusan seperti ini bukan hanya soal aspek teknis atau administratif, tetapi juga soal ambisi, kesempatan bermain internasional, dan preferensi pemain terhadap masa depannya di level klub maupun tim nasional.
