RADARCIREBON.TV- Para pesepakbola wanita di Asia lagi ramai-ramai minta keadilan soal hadiah uang Piala Asia Wanita 2026. Mereka mendesak Asian Football Confederation (AFC) supaya hadiah turnamen wanita disamakan dengan versi pria, karena selisihnya dinilai terlalu jauh.
Dilansir dari VnExpress, laporan dari FIFPro menyebut para pemain sudah mengirim surat ke AFC sejak Desember 2025. Surat itu ditandatangani pemain dari berbagai negara peserta seperti Australia, China, India, Jepang, Filipina, Korea Selatan, sampai Taiwan.
Apa Saja Tuntutan Mereka?
Ada empat poin utama yang mereka ajukan:
Baca Juga:PBSI Resmi Umumkan 74 Atlet Pelatnas 2026, Ada 3 Nama Baru dan Sederet Bintang AndalanData Terbaru: 30 Pemain Indonesia Bertahan di Luar Negeri, Banyak yang Kembali ke Liga 1
- Aturan dan regulasi Piala Asia Wanita harus setara dengan edisi pria.
- Hadiah uang harus sama besar.
- Pembayaran harus terjamin, minimal 30% langsung ditransfer ke rekening pemain.
- AFC diminta bikin program serius untuk mendorong profesionalisme sepak bola wanita di Asia.
Masalahnya, untuk edisi 2026 nanti, total hadiah yang disiapkan AFC cuma 1,8 juta dolar AS (sekitar Rp 30 miliar). Jumlah itu sama persis seperti edisi 2022 dan cuma diberikan ke tim-tim teratas saja.
Menurut FIFPro, angka tersebut cuma sekitar 12% dari total hadiah turnamen pria. Bahkan dibandingkan turnamen wanita di benua lain, Asia jadi yang paling kecil.
Sebagai gambaran:
- Piala Eropa Wanita 2025 total hadiahnya 7,2 juta dolar AS
- Piala Afrika Wanita 2024 sebesar 3,475 juta dolar AS
- Piala Emas Wanita CONCACAF 2024 senilai 3,7 juta dolar AS
- Copa Amerika Wanita 2025 sekitar 2 juta dolar AS
Sampai sekarang, AFC belum kasih tanggapan resmi. Tapi para pemain tetap bersuara.
Ashalata Devi dari India bilang, para pemain wanita sudah memberikan segalanya untuk negara mereka, sama seperti pemain pria. Jadi menurutnya, hadiah dan perlakuan yang setara itu bukan cuma soal uang, tapi soal rasa hormat.
Beberapa nama besar juga ikut angkat suara, seperti Alanna Kennedy dari Australia, Lee Hsiu-Chin dari Taiwan, sampai Yui Hasegawa yang kini bermain di Manchester City W.F.C..
Di sisi lain, Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga sedang mendorong isu kesetaraan hadiah di level Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa pemain wanita pantas mendapatkan lebih dan FIFA siap memperjuangkan hal itu.
