Tim Jay Idzes Menang Telak Lawan Hellas Verona, Sassuolo Kini Punya Harapan Menatap Liga Eropa

Sassuolo
Jay Idzes jadi bagian penting Sassuolo Foto : Jay Idzes
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Angin kemenangan itu berembus kencang di Mapei Stadium. US Sassuolo Calcio tak sekadar menang, mereka berpesta. Tiga gol tanpa balas ke gawang Hellas Verona FC menjadi penanda: ini bukan lagi tim papan tengah yang sekadar numpang lewat. Ini tim yang sedang menatap Eropa.

Skor 3-0 terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Verona datang dengan beban 15 poin dan status juru kunci. Lima laga terakhir tanpa kemenangan. Aroma pembantaian sudah tercium sejak pemanasan. Sementara Sassuolo? Empat kemenangan dari lima laga terakhir, hanya tersandung oleh sang pemuncak klasemen, Inter Milan. Sisanya? Disikat.

Gol pertama lahir dari ketenangan seorang predator. Andrea Pinamonti menyambut umpan tarik di menit ke-40, sekali sentuh, bola bersarang. Tanpa drama. Tanpa ragu. Sassuolo unggul dan stadion seperti tahu: ini baru permulaan.

Baca Juga:Jay Idzes Siap Sikat Hellas Verona, Sassuolo Punya Peluang Naik 8 Besar Liga ItaliaJay Idzes Tak Tergantikan di Serie A 2025/2026: Statistik Apik Bikin Sassuolo Kian Percaya Diri

Empat menit berselang, panggung menjadi milik kapten. Domenico Berardi mendapatkan penalti usai dijatuhkan di kotak terlarang. Eksekusi pertamanya terbaca kiper. Lemah. Terlihat seperti akan jadi bahan ejekan. Tapi sepak bola selalu memberi kesempatan kedua bagi mereka yang lapar. Bola rebound kembali ke arahnya. Tanpa basa-basi, ia hantam lagi. Gol. 2-0.

Jika ada yang masih berharap Verona bangkit, menit 62 mengubur harapan itu dalam-dalam. Serangan Verona dipatahkan. Bola panjang dilepaskan. Berardi berdiri di sisi lapangan, dibayangi dua pemain. Ia tak peduli. Satu sentuhan cerdas, satu penyelesaian dingin. 3-0. Selesai.

Situasi berat bagi Hellas Verona bertambah dimenit 85 saat salah satu pemainnya, Mustafri dikartu merah.

Dan klasemen kini berubah wajah. Sassuolo melonjak ke posisi delapan dengan 35 poin. Mereka kini berdiri di atas nama-nama yang biasanya lebih sering dibicarakan di awal musim: SS Lazio, Bologna FC 1909, dan Udinese Calcio. Iya, tim-tim itu sekarang melihat punggung Sassuolo.

Di tengah gegap gempita itu, ada satu cerita yang membuat dada Indonesia ikut bergetar. Jay Idzes bermain penuh 90 menit. Tenang, disiplin, tak banyak gaya. Rating 7,1 menjadi bukti kontribusinya bukan sekadar pelengkap. Di saat banyak pemain Asia hanya jadi catatan kecil di bangku cadangan Eropa, ada seorang warga Indonesia yang benar-benar bertarung di lapangan, mengawal lini pertahanan dalam kemenangan yang mengangkat timnya ke zona persaingan Eropa.

0 Komentar