RADARCIREBON.TV – Drawing babak kelima mempertemukan Manchester City vs Arsenal. Undian yang terasa terlalu dini. Dua tim terbaik Inggris musim ini justru harus saling sikut sebelum partai puncak. Duel ini bukan sekadar laga gugur biasa, ini adalah benturan dua penguasa sepak bola Inggris dalam satu dekade terakhir.
Jika melihat sejarah panjang pertemuan, rivalitas ini mengalami pergeseran kekuasaan yang dramatis. Secara historis, Arsenal masih unggul dalam total kemenangan liga. Era 1990-an hingga awal 2000-an menjadi masa kejayaan The Gunners, terutama ketika mereka begitu dominan di bawah asuhan Arsène Wenger. Salah satu kemenangan klasik adalah pesta 5-0 pada musim 2000/01, Sebuah simbol superioritas Arsenal pada masa itu.
Namun, segalanya berubah ketika kekuatan finansial dan proyek ambisius mengangkat Manchester City menjadi raksasa baru. Sejak 2010-an, terutama di era Pep Guardiola, City menjelma menjadi mesin kemenangan yang nyaris tanpa ampun. Bahkan antara 2017 hingga 2021, City tak terkalahkan dalam 15 pertemuan liga beruntun melawan Arsenal, sebuah dominasi brutal yang membuat jarak kualitas tampak menganga.
Baca Juga:Man City Tempel Ketat Arsenal, Kemenangan Lawan Newcastle Jadi Momen Penting!Hasil Undian Babak Kelima FA Cup: Arsenal Jumpa Man City, Chelsea Dapat Lawan Mudah di FA Cup
Tetapi sejarah tidak pernah diam. Kedatangan Mikel Arteta perlahan mengubah wajah Arsenal. Ironisnya, Arteta adalah murid Guardiola sendiri. Dalam dua musim terakhir, Arsenal bukan lagi korban, melainkan penantang serius. Community Shield 2023 menjadi titik balik psikologis saat Arsenal menaklukkan City lewat adu penalti. Kemenangan liga 1-0 di Emirates pada Oktober 2023 semakin menegaskan bahwa kutukan mulai retak.
Musim 2024/2025 bahkan menghadirkan momen yang terasa simbolik: Arsenal menghancurkan City 5-1. Sebuah skor yang bukan hanya tiga poin, tetapi pernyataan. Bahwa dominasi lama telah runtuh.
Kini, keduanya kembali bertemu. Arsenal datang sebagai pemuncak klasemen, City menguntit di posisi kedua. Secara logika kompetisi, ini adalah duel yang pantas terjadi di final, bukan di babak kelima. Publik tentu berharap melihat keduanya bertarung dalam laga penentu trofi, bukan saling menyingkirkan terlalu awal.
Secara taktik, ini adalah pertarungan detail. City masih mengandalkan kontrol penguasaan bola ekstrem, rotasi posisi, dan kedalaman skuad. Arsenal tampil lebih pragmatis: blok pertahanan disiplin, transisi cepat, dan pressing terukur. Pertemuan terakhir di Etihad yang berakhir imbang menunjukkan bahwa Arsenal kini mampu menahan bahkan menekan City di kandangnya sendiri, sesuatu yang dulu mustahil.
